Back to Home Page

SMA Santa Maria Pemberi Rekomendasi Bidikmisi

Program Beasiswa Bidikmisi merupakan salah satu program yang bisa diikuti oleh peserta didik SMA Santa Maria Pekanbaru yang telah lulus dan akan melanjutkan pendidikannya ke jenjang Perguruan Tinggi. Bidikmisi berbeda dengan Beasiswa. Bidikmisi adalah bantuan biaya hidup dan Pendidikan untuk calon mahasiswa dari kalangan tidak mampu yang berpotensi akademik unggul, sedangkan Beasiswa adalah penghargaan yang diberikan kepada siswa/mahasiswa atas prestasi yang didapatkan baik prestasi akademik maupun prestasi nonakademik.

SMA Santa Maria Pekanbaru terus berbenah untuk memberi pelayanan prima kepada peserta didiknya sehubungan dengan program tersebut. Salah satu caranya dengan merangkul berbagai pihak termasuk Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta yang telah menyelenggarakan Program Bidikmisi. Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan  Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang memiliki program Bidikmisi adalah Perguruan Tinggi yang berakreditasi A di Pulau Jawa, B di luar Pulau Jawa, dan C di daerah tertinggal.  Selain itu dengan menyosialisakan kepada peserta didik kelas XII akan syarat dan ketentuan yang berlaku serta jalur penerimaan masuk Perguruan Tinggi Negeri yang antara lain : jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Seleksi Mandiri sesuai ketentuan masing-masing PTN, Seleksi di Politeknik, Seleksi di Universitas Terbuka (UT).

Pendaftaran beasiswa Bidikmisi dilakukan secara online oleh sekolah dengan memberikan nomor pendaftaran serta kode akses kepada masing-masing siswa yang direkomendasikan. Penentuan  selanjutnya akan ditentukan oleh masing-masing PTN dengan memprioritaskan pendaftar yang paling tidak mampu secara ekonomi, pendaftar yang mempunyai potensi akademik yang paling tinggi,

SMA Santa Maria Pekanbaru sebagai salah satu instansi pendidikan yang berhak mendapatkan bidik misi karena telah memenuhi standar Pendidikan nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang telah ditentukan di dalam PP tersebut yang meliputi delapan standar, yaitu 1. standar isi; 2. standar proses; 3. standar kompetensi lulusan; 4. standar pendidik dan tenaga kependidikan; 5. standar sarana dan prasarana; 6. standar pengelolaan; 7. standar pembiayaan; dan 8. standar penilaian Pendidikan. Kedelapan standar inilah yang menentukan urutan sekolah secara nasional. (Riduan Nainggolan)