Back to Home Page

SMAFENTION 2016: Menghargai Kemajukan Indonesia (Hari ke-1)

PENDIDIKAN merupakan kunci utama dari keberhasilan suatu bangsa. Hal itu telah dibuktikan oleh bangsa Indonesia sendiri, melalui perjuangan intelektual setelah munculnya para cendikiawan, yang akhirnya mampu mengusir penjajah dari bumi pertiwi.

Berdekade-dekade lamanya, pendidikan Indonesia dinodai dengan stigma Masa Orientasi Siswa (MOS) yang mengedepankan aksi balas dendam, bullying, dan kekerasan. Seakan sudah menjadi budaya, hal itu terjadi berulang-ulang setiap tahunnya.

Namun, sejak 2013, SMA Santa Maria Pekanbaru telah mengakhiri semua hal negatif tersebut. Melalui proses yang panjang, SMA Santa Maria Pekanbaru menghadirkan SMAFENTION, Santa Maria Freshmen Orientation, sebuah proses perkenalan lingkungan sekolah dan pembelajaran di jenjang SMA yang menjunjung tinggi prinsip no-bullying (intimidasi), serta mengedepankan sisi edukatif dan inovatif.

Di tahun 2016 ini, berbeda dengan SMAFENTION tahun-tahun sebelumnya yang mewajibkan calon peserta didik untuk menginap di sekolah, SMAFENTION diselenggarakan selama 4 hari berturut-turut dan mengadopsi sistem kegiatan setengah hari, dimana calon peserta didik diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing setelah kegiatan selesai.

Rabu (13/6), upacara pembukaan SMAFENTION 2016 dilaksanakan di Lapangan Utama SMA Santa Maria Pekanbaru. Kegiatan dimulai dengan ibadat singkat yang diikuti oleh semua calon peserta didik. Ibadat singkat berlangsung kurang lebih 20 menit, dengan simpulan bahwa Allah, lebih memilih menampakkan diri-Nya kepada orang kecil, yang tidak berpengetahuan tinggi, namun percaya bahwa Yesus Kristus sebagai utusan Allah dibanding orang berpendidikan yang menganggap dirinya tahu segala sesuatu.

Kemudian, acara dilanjutkan dengan kata sambutan dari Bapak Paskalis Florento A. S. Da Cunha, S. Fil., selaku Kepala SMA Santa Maria Pekanbaru, sekaligus membuka acara pembukaan SMAFENTION 2016. Kegiatan dilanjutkan dengan Tari Persembahan dari Riau, dan dilanjutkan dengan Tari Tor-Tor dari Sumatera Utara. Pemilihan tarian ini sendiri bukan tanpa alasan, pemilihan tarian ini didasarkan pada tema besar yang diangkat oleh SMAFENTION 2016 yaitu “Ragam Budaya Negeriku, Kebanggaanku”.

Iring-iringan inti OSIS dan MPK, memasuki lapangan utama dengan membawa dua buah obor, di mana salah satunya belum dihidupkan. Penyalaan obor yang dilakukan oleh Kepala SMA Santa Maria Pekanbaru menjadi tanda dimulainya kegiatan SMAFENTION 2016. Obor melambangkan terang yang berguna bagi orang lain. Diharapkan, calon peserta didik dapat menjadi seperti obor yang mampu berguna bagi orang di sekitarnya.

Kegiatan diakhiri dengan acara pengalungan badge name peserta SMAFENTION 2016 kepada perwakilan calon peserta didik, sebagai tanda diterimanya peserta SMAFENTION 2016.

Mengenal Lebih Dalam Budaya Indonesia

Setelah upacara pembukaan, dilanjutkan dengan kuliah. Kuliah hari pertama diisi dengan memperdalam pengetahuan melalui budaya. Budaya yang dipaparkan, merupakan perwakilan dari budaya-budaya besar di Indonesia, yaitu Batak, Jawa, Melayu, dan Minangkabau. Kuliah ini dibawakan langsung oleh bapak/ ibu pendidik sesuai dengan suku mereka masing-masing.

Diharapkan, setelah calon peserta didik mendapatkan pengetahuan lebih dalam tentang sebagian dari kemajemukan kebudayaan Indonesia, terciptalah generasi baru yang menghargai, menghormati, dan mampu melestarikan budaya asli daerahnya, juga budaya-budaya lain yang telah ada dan berkembang di negara kita ini, Indonesia. (KvF)

Writer: Kevin Fatli

Tags: ,