Back to Home Page

SMAFENTION 2016: Buluh yang Terkulai, Tidak akan Dipatahkan-Nya (Hari ke-4 Penutup)

SUDAH menjadi tradisi bagi sekolah-sekolah Katolik, baik di Indonesia maupun di dunia, untuk memulai suatu hal dengan memohon berkat dari Tuhan dalam bentuk misa syukur.

Misa syukur merupakan perlambang syukur atas kesempatan dari Tuhan, karena kita semua masih diperkenankan untuk memulai menjalani tahun akademik yang baru ini, dan juga memohon perlindungan-Nya, dalam proses studi ini.

Misa syukur diadakan pada hari Sabtu, 16 Juli 2016 di lapangan utama SMA Santa Maria Pekanbaru. Kegiatan ini dimulai pukul 15.00 WIB, di tengah sinar mentari yang amat terik petang hari itu. Misa syukur ini dipersembahkan oleh RD. P. Benedictus Manullang, pastor rekan di Gereja Katolik Paroki Santa Maria a Fatima, Pekanbaru.

Dalam homilinya, pastor Benny -panggilan akrab beliau- menyampaikan bahwa dalam belajar, kita harus memiliki semangat yang menyala-nyala. Kita tidak boleh putus asa hanya karena satu atau dua hal. Juga oleh tiga, empat, lima, dan seterusnya. Kita tidak boleh sama sekali putus asa. Ia mengutip dari bacaan dalam misa syukur itu:

“Buluh yang terkulai tidak akan dipatahkan-Nya; sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya. Ia akan setia menyatakan keadilan.”

Tuhan sendiri, tidak akan pernah mematahkan dan memadamkan kita. Sejatuh apapun kita, Tuhan akan senantiasa membantu kita untuk bangkit berdiri kembali. Ketika kita mendapat nilai yang buruk, persahabatan yang renggang, ingatlah akan Tuhan, bahwa ia akan kembali menaikkan kita. Berdoalah dan berusahalah. Ora et Labora.

Pastor Benny juga mengapresiasi SMAFENTION 2016, yang merupakan trobosan dari SMA Santa Maria Pekanbaru dalam menghapus stigma negatif perploncoan yang sering dilakukan dalam masa orientasi awal tahun akademik. Menurut beliau, hal seperti itu tidak akan membuat calon peserta didik mengenal sekolah, namun hanya menjadi ajang balas dendam atas nama senioritas.

Setelah misa syukur selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penutupan SMAFENTION 2016. Kegiatan dipandu oleh Amy Jesscia dan Desmonth Misfa, dalam balutan batik nan indah.

Disuguhkan pula beberapa penampilan, mulai dari tari tradisional Melayu, Minang, dan Kalimantan, serta modern dance dan band.

Kepala SMA Santa Maria Pekanbaru, Bapak Paskalis Florento, yang sedang berhalangan hadir pada saat itu,diwakilkan oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Ibu Dewi Magdalena. Dalam sambutannya, Ibu Dewi amat berterima kasih kepada panitia SMAFENTION secara khusus, yang telah mengorbankan waktunya untuk kelancaran kegiatan ini. Ibu Dewi juga memotivasi calon peserta didik kelas 10, untuk masuk dan keluar dari SMA Santa Maria Pekanbaru dengan menjadi terang dan garam bagi sesama.

Kemudian, calon peserta didik kelas 10 diterima secara resmi dengan pelepasan badge name peserta SMAFENTION 2016, dan pemakaian dasi serta topi abu-abu kepada perwakilan peserta oleh Ibu Dewi. Kemudian diikuti dengan penyalaan obor, yang melambangkan keteguhan hati dan semangat yang berkobar-kobar.

Kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan lampion oleh seluruh peserta kegiatan. Pelepasan lampion, memiliki makna harapan yang dihantarkan kepada Tuhan. Kita berharap agar asa dan cita yang telah ditinggikan, dijawab oleh Tuhan dengan kerja keras kita, dan bantuan dari Tuhan.

Acara ditutup dengan pelepasan kembang api, dan doa syukur yang dibawakan oleh Kevin Yogatama.

“Semoga SMAFENTION 2016 ini memberikan kesan yang baik bagi semua pesertanya, dan di tahun kedepan, mampu menjadi kegiatan yang lebih baik dan terarah lagi. Kita semua tidak sempurna, tetapi Tuhan akan mengarahkan kita ke dalam kesempurnaan itu. Teruslah berbenah, belajar, dan berkarya.” ucap Cindy Irawan, Ketua Panitia SMAFENTION 2016 dalam konklusi kepanitiaan. (KvF)

Tags: , ,