Back to Home Page

Sukacita Menyambut Waisak dengan Puja dan Dhamma Talk

HARI Waisak merupakan hari raya utama umat Buddha di seluruh dunia, yang perlu dirayakan dengan penuh sukacita. Seperti yang terlihat di ruang serbaguna SMA Santa Maria Pekanbaru, ada apa?

SMA Santa Maria Pekanbaru

Ratusan peserta didik SMA Santa Maria Pekanbaru yang beragama Buddha berkumpul dalam kegiatan menyambut Hari Raya Waisak, Senin (25/5). Kegiatan dimulai dengan masuknya Y.M. Bhante Srivisarn Buddhaviryo, Mahathera, dengan diiringi putra-putri pembawa persembahan.

SMA Santa Maria Pekanbaru

Putra-putri pesembahan kemudian meletakkan persembahan di altar sesuai dengan instruksi pemimpin kebaktian. Persembahan yang diletakkan di altar antara lain: lilin yang melambangkan penerangan batin, bunga yang melambangkan ketidakkekalan, dan air yang melambangkan penjernihan pikiran, ucapan, dan perbuatan. Setelah sesi peletakan persembahan, acara dilanjutkan dengan kata sambutan dari ketua OSIS SMA Santa Maria Pekanbaru, Jessica Della, dan kepala SMA Santa Maria Pekanbaru, Bapak Ferdinandus Nipa.

Kepala SMA Santa Maria Pekanbaru, Ferdinandus Nipa

Bapak Ferdi, dalam sambutannya mengapresiasi apa yang dikatakan oleh ketua OSIS terhadap penyelenggaraan kegiatan ini. Walaupun SMA Santa Maria Pekanbaru menganut pembelajaran dalam nilai-nilai Katolik, tapi sekolah juga tetap merayakan Waisak. SMA Santa Maria Pekanbaru adalah sekolah terbuka, bersifat inklusif, yang terbuka dengan suku, agama, dan ras lain dalam kebhinnekaan Indonesia.

SMA Santa Maria Pekanbaru, Ketua OSIS 2015 - 2016, Jessica Della

“Karena itulah ciri khas Katolik, terbuka dan universal,” ujar Bapak Ferdi dalam pesannya. “Acara Waisak Bersama seperti ini baru pertama kali dilaksanakan, dan saya rasa ini merupakan sebuah langkah awal yang baik,” lanjut beliau.

SMA Santa Maria Pekanbaru, Y. M. Bhante Srivisarn Buddhaviryo, Mahathera

Acara perayaan Waisak bersama dilanjutkan dengan kebaktian singkat, yaitu membacakan paritta-paritta suci. Yang barulah dimulai puncak acara, yaitu Dhamma Talk, yang dibawakan langsung oleh Bhante Srivisarn. Peserta didik tampak sangat khusyuk mendengarkan dhamma yang dibabarkan, dan terkadang tertawa karena diselingi lulucon.

SMA Santa Maria Pekanbaru

Bhante Srivisarn berpesan, sebagai seorang pelajar, peserta didik harus menghormati orangtua, termasuk bapak/ ibu guru yang juga merupakan orangtua di sekolah. Bhante juga memperlihatkan kepada peserta Waisak sebuah cuplikan yang bergitu mengharukan tentang pengorbanan orangtua. Di akhir penyampaian beliau, Bhante menekankan bahwa kita harus berpikir sebelum berbicara, berpikir sebelum bertindak, dan berpikir sebelum berpikir.

SMA Santa Maria Pekanbaru

Acara ditutup dengan syair penghormatan kepada Buddha, Dhamma, dan Sangha. Peserta didik yang mengikuti acara ini tampak sangat senang dan berbahagia terpercik sukacita Waisak, walaupun sebenarnya Waisak dirayakan secara internasional pada tanggal 2 Juni mendatang. Sabbe satta bhavantu sukhitatta, semoga semua makhluk berbahagia! (WPr)

Photos: Viancqa Q Kurniawan

Tags: , ,