Back to Home Page

Maria, Mater Amabilis

SEMENJAK Paus Pius VII menetapkan bulan Mei sebagai bulan Maria, dan Paus Pius IX meneguhkannya dengan mengeluarkan dogma Immaculate Conception, yaitu yang mengajarkan bahwa Bunda Maria sebagai seorang yang dilahirkan tanpa noda, Gereja Katolik semakin aktif dan giat dalam berdevosi kepada Bunda Maria.

Sekolah-sekolah di bawah naungan Yayasan Prayoga Riau koordinatorat Pekanbaru yang juga menjadikan Santa Maria dari Fatima sebagai santa pelindungnya, tak mau ketinggalan dalam mengisi bulan Maria ini dengan doa-doa dan hal-hal yang bermanfaat.

Oleh karena itu, Senin (04/5) bertepat di SMA Santa Maria Pekanbaru, tepatnya di Taman Doa Maria Mater Amabilis, diadakan misa pembukaan bulan Maria yang dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan Prayoga Riau, RD Anton Konseng, M. Sc.

Misa yang dijadwalkan pada pukul 17.00 sore itu, mengalami sedikit keterlambatan karena padatnya arus lalu lintas di sekitar SMA Santa Maria Pekanbaru. Misa baru dimulai pada pukul 17.30.

Misa dihadiri oleh peserta didik SMA Santa Maria Pekanbaru yang beragama Katolik, pendidik dan tenaga kependidikan TK, SD, SMP, dan SMA Santa Maria Pekanbaru, para suster JMJ, serta perwakilan dari Yayasan Prayoga Riau.

Dalam homilinya, Romo Anton menyampaikan bahwa Maria, haruslah menjadi contoh dari setiap pendidik dan tenaga kependidikan. Maria, Mater Amabilis yang berarti Maria, Bunda yang Berbelaskasih, merupakan salah satu julukan yang diberikan kepada Bunda Maria dalam bahasa Latin. Mengutip injil yang dibacakan pada hari itu, Yesus juga berkata, bahwa para muridnya harus mengikuti apa yang Ia ajarkan, jika mereka mengasihinya.

Maka, dari peserta didik, dan pendidik, haruslah tumbuh rasa saling mengasihi. Romo Anton menegaskan bahwa perintah, adalah sesuatu yang harus dijalankan. Sama seperti pendidik yang memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada peserta didiknya, itu adalah suatu perintah, maka harus dijalankan. Dengan mengerjakan PR, maka kita akan menyenangkan hati pendidik itu.

Sehingga, Mater Amabilis, bukan hanya menjadi nama dari Taman Doa yang menjadi bagian dari kawasan SMA Santa Maria Pekanbaru saja, tetapi juga menjadi pedoman bagi pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik Sekolah Santa Maria Pekanbaru.

Misa pembukaan bulan Maria itu, selesai pada pukul 18.30 malam. Kemudian, panitia membagikan snack kepada umat yang datang pada misa sore itu.

Dengan mengisi bulan Maria ke dalam hal-hal yang positif, dan kita dapat menjadikan Bunda Maria sebagai cermin dalam proses pendidikan, baik dididik maupun mendidik. (KvF)

Tags: , ,