Back to Home Page

Hari Pendidikan Nasional 2015: Pengembangan SDM Melalui Peningkatan Kecerdasan

SEORANG pendidik, tentu haruslah seorang yang cerdas. Bukan hanya dalam akademik, namun juga dalam etika dan moral. Tema itulah yang diusung oleh Ketua Yayasan Prayoga Riau, RD Anton Konseng, M. Sc. dalam seminar yang dihelat bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (02/5).

Seminar tentang pengembangan sumber daya manusia (SDM) ini berlangsung selama kurang lebih 3 jam, dibawa dengan santai dan lugas. Para peserta yang merupakan pendidik dan tenaga kependidikan dari unit-unit Sekolah Santa Maria Pekanbaru ini pun dapat menyerap makna dari seminar itu.

Seminar dimulai setelah upacara bendera dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional, dengan kata pembuka dari protokoler dan doa bersama. Kemudian dilanjutkan dengan ice breaking, yang dibawakan oleh pendidik SD Santa Maria I. Lalu disambung kata sambutan dari Koordinator Sumber Daya Manusia Yayasan Prayoga Riau koordinatorat Pekanbaru, Bapak Ferdinandus Nipa, S. Pd.

Dalam kata pembukanya, Bapak Ferdi sedikit bercerita tentang rapat antar-kepala SMA se-Pekanbaru, yaitu sempat menyinggung tentang sekolah yang baru didirikan di Pekanbaru, yang dimiliki oleh investor asal Malaysia dan sebagian dari guru-guru mereka diimpor langsung dari Malaysia. Beliau juga membahas sedikit tentang MEA atau Masyarakat Ekonomi Asia, yang akan dimulai pada tahun 2016.

Bapak Ferdi dalam kesempatan ini, menekankan bahwa pendidik dituntut untuk cerdas, sehingga dapat bersaing dengan pendidik dari luar.

Kemudian, acara diserahkan kepada Romo Anton Konseng sebagai pembicara utama dalam seminar itu. Romo Anton yang merupakan lulusan sebuah universitas milik Filipina di Manado, juga sedikit bercerita tentang pengalamannya. Dan, mulailah ia masuk dalam pembahasan utama dari seminar hari itu, yaitu pengembangan sumber daya manusia.

Menurut Romo Anton, kecerdasan sumber daya manusia, hanya dapat ditingkatkan melalui pengembangan kecerdasan. Otak kiri dan otak kanan, haruslah dipakai secara seimbang. Ia juga membahas, bahwa seseorang tidak hanya harus pintar, tetapi harus cerdas. Itu terbukti, bahwa tidak semua peserta didik yang pintar, dapat lulus UN. Namun jika kita cerdas, maka apapun itu pasti dapat dilewati.

Romo Anton juga menjabarkan tentang beberapa tipe kecerdasan. Mulai dari kecerdasan intelegensi atau Intelligence Quotient (IQ), kecerdasan emosional atau Emotional Quotient (EQ), dan juga kecerdasan memecahkan masalah atau Adversity Quotient (AQ). Seorang pendidik yang cerdas, harus memiliki keseimbangan dalam semua kecerdasan ini. Selain memiliki IQ yang baik, juga disertai EQ yang baik pula seperti pengendalian emosi, dan AQ seperti pemecahan masalah dan kasus dalam menghadapi peserta didik.

Acara diselingi dengan kegiatan rileksasi yang cukup mampu membuat badan yang sudah kaku karena terlalu lama duduk, menjadi lebih nyaman. Lalu, acara kembali dilanjutkan dengan peneguhan-peneguhan dari Romo Anton yang ditutup dengan doa bersama, serta sesi makan bersama.

Diharapkan dengan seminar ini, pendidik dan tenaga kependidikan Sekolah Santa Maria Pekanbaru mampu lebih baik lagi dalam menyalurkan kecerdasannya kepada para peserta didik, sehingga mampu bersaing secara positif dalam menghadapi perkembangan global serta Masyarakat Ekonomi Asia tahun 2016 nanti. (KvF)