Back to Home Page

Hari Pendidikan Nasional 2015: Jadilah Agent of Change!

ING ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.” Itulah semboyan yang dicetuskan oleh Raden Mas Soewadi Suryadiningrat, atau lebih akrab dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara, seorang pendiri Taman Siswa dan juga menteri pendidikan Indonesia yang pertama.

Semboyannya ini masih dipakai oleh pendidikan Indonesia dewasa ini, yang juga dijadikan motto dari pendidikan Indonesia, yaitu Tut Wuri Handayani.

Ki Hajar Dewantara lahir pada tanggal 2 Mei 1889, di Yogyakarta. Tanggal kelahirannya inilah, yang sekarang ini kita peringati sebagai Hari Pendidikan Nasional sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi Ki Hajar Dewantara dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Sekolah-sekolah Santa Maria Pekanbaru, yaitu TK, SD, SMP, dan SMA yang tergabung dalam Yayasan Prayoga Riau koordinatorat Pekanbaru, tidak mau ketinggalan ambil bagian dalam merayakan Hari Pendidikan Nasional ini. Serentak, seluruh peserta didik diminta untuk belajar di rumah, dan hanya beberapa peserta didik terpilihlah yang mewakili setiap unit ini, untuk menghadiri upacara bendera yang berpusat di SD Santa Maria I, Jalan Jend. Ahmad Yani 89 Pekanbaru.

Pukul 6 pagi, seluruh elemen pendukung upacara tersebut sudah bersiap dalam tugas mereka masing-masing. Kelompok pengibar bendera pun sudah bersiap dengan seragam serba putihnya, dan mengenakan peci berwarna hitam. Bendera Merah Putih sudah diletakkan dalam bejana, dan sound system sudah mulai dilakukan pengecekan terakhir.

Upacara dimulai pukul 06.50, ditandai dengan bunyi bel, dan protokoler yang sudah membacakan tata urutan upacara. Ibu Dorhot Meike Hutapea, Kepala SD Santa Maria I, bertindak sebagai pembina upacara pada Hari Pendidikan Nasional ini. Kemudian, tim PASUS (pasukan khusus) yang merupakan gabungan dari tim PASUS SD, SMP, dan SMA Santa Maria, sudah mulai membariskan barisan mereka masing-masing.

Pengibaran bendera pun dimulai. Seluruh peserta upacara, yang terdiri dari peserta didik pilihan dari TK, SD, SMP, dan SMA Santa Maria Pekanbaru, serta pendidik dan tenaga kependidikan di seluruh unit itu. Namun, beberapa pendidik SMP Santa Maria Pekanbaru berhalangan hadir dikarenakan harus mengikuti rapat silang, untuk persiapan dan kelancaran Ujian Nasional SMP yang akan dihelat tanggal 4 – 7 Mei 2015.

Dalam amanatnya, Ibu Dorhot mengulas isi surat edaran tentang Hari Pendidikan Nasional dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Bapak Anies Baswedan. Di sini Ibu Dorhot menyampaikan bahwa peserta didik haruslah menjadi seorang agent of change. Revolusi mental yang digalakkan oleh pemerintah sekarang ini, harus diwujudkan dalam kehidupan berpendidikan.

Beliau mengambil contoh, peserta didik di Jepang yang mendapatkan juara dalam bidang akademik, akan mendapatkan hadiah mencuci WC. Di sini, Ibu Dorhot menyinggung bahwa kebersihan, haruslah menjadi kunci utama dari revolusi mental peserta didik. Ia menilai, kebersihan masih menjadi masalah utama di setiap sekolah, terkhusus pada sekolah-sekolah dalam Yayasan Prayoga Riau koordinatorat Pekanbaru. Kurangnya rasa peduli peserta didik, dianggap menjadi kunci utama dari permasalahan ini.

Setelah amanat selesai disampaikan oleh Ibu Dorhot, upacara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu-lagu wajib. Seluruh unit, menampilkan tim koor terbaiknya, baik dari TK sampai SMA. Seluruh peserta didik tampak bersemangat menyanyikan lagu-lagu yang mereka bawa. Lalu upacara ditutup dengan doa bersama.

Seusai upacara, acara dilanjutkan dengan pemberian tanda kasih dan piagam dari Yayasan Prayoga Riau, kepada pendidik dan tenaga kependidikan terbaik, yang telah dirundingkan oleh kepala sekolah dan stafnya dari setiap unit.

Marilah kita menjadi agen-agen pembawa perubahan, yang berani menjadi anti-mainstream dalam hal-hal yang baik. Selamat Hari Pendidikan, untuk pendidikan Indonesia yang unggul dan mendidik insan-insan bangsa menjadi manusia yang bermartabat seutuhnya. (KvF)

Tags: , , , , , , , ,