Back to Home Page

SMAWALK: 40 Tahun SMA Santa Maria Pekanbaru Mewarnai Indonesia

KESERUAN dan kegembiraan tampak dalam raut wajah ribuan peserta didik yang berkumpul di area sekolah Minggu (19/4) pagi. Dengan mengenakan kaos seragam berwarna putih, mereka berbondong-bondong bangun di pagi hari yang cerah dan dengan bersemangat bersiap untuk mengikuti sebuah kegiatan dari rangkaian perayaan 40 tahun SMA Santa Maria Pekanbaru.

Kegiatan ini bertajuk Santa Maria Color Walk 2015, atau akrab disingkat SMAWALK 2015. SMAWALK merupakan konsep baru yang memadukan kegiatan jalan pagi santai dengan permainan tepung berwarna-warni sebagai tren yang marak belakangan ini.

SMAWALK 2015 berlangsung di hari Minggu sebagaimana perencanaan yang dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya. Dengan antusiasme yang luar biasa, ribuan orang berkumpul memadati lapangan utama sekolah yang bernaung di bawah Yayasan Prayoga Riau ini.

Kegiatan SMAWALK 2015 dimulai dengan seremonial pelepasan yang dilakukan oleh kepala sekolah, Bapak Ferdinandus Nipa. Diikuti oleh anak-anak mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga orangtua, wali, dan alumni, peserta memulai berjalan santai yang diawali penyiraman air dan penaburan tepung berwarna-warni.

Peserta berjalan menelusuri rute-rute jalan yang telah ditentukan sembari mengekspresikan dirinya dengan berfoto selfie dengan telepon genggamnya. Momen kebersamaan yang terjalin antar-civitas akademika yang tidak terjadi setiap harinya. Berolahraga di dalam keseruan yang tidak hanya menyehatkan badan namun juga menjadi wadah untuk mengaktualisasikan diri.

Bapak Ferdinandus Nipa dalam pesannya mengatakan bahwa kegiatan seperti ini adalah wujud eksistensi SMA Santa Maria Pekanbaru di era yang semaju dan secanggih ini untuk beradaptasi dengan zaman dan menyesuaikan diri di tengah dinamisnya perubahan global. Color walk adalah kegiatan yang baru pertama kali diadakan sebagai selebrasi untuk merayakan hari jadi sekolah yang ke-40.

“Warna-warni bubuk color walk selain sebagai media pendukung, juga memiliki makna khusus dalam perayaan empat dekade berdirinya sekolah. Warna-warni merepresentasikan keberagaman yang diukir dan dilukiskan selama 40 tahun baik dari segi keberagaman latar belakang peserta didik dan lulusan, juga keberagaman prestasi serta karya SMA Santa Maria Pekanbaru selama ini,” kata Bapak Ferdi.

“Kegiatan ini digelar tanpa melupakan nilai-nilai inti dari pendidikan dan edukasi yang tidak terlihat namun nyata akan tertanam dalam diri dan mentalitas peserta. Mulai dari panitia, dilatih untuk mengambil bagian dan bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan akbar ini dari hal-hal kecil sekali pun,” sambung bapak kepala sekolah.

Beliau menjelaskan bahwa panitia membuat sendiri tepung warna-warni dengan menggunakan tepung maizena dan pewarna makanan. Panitia yang terdiri dari peserta didik kelas 10 dan 11 saling bekerja sama untuk meracik dan membuat bubuk warna ini.

Selain tidak menggunakan zat kimia berbahaya sebagaimana tepung yang dijual jadi, tepung hasil buatan peserta didik SMA Santa Maria Pekanbaru ini juga melatih panitia untuk bekerja secara tim, mandiri, disiplin waktu, bertanggung jawab, senantiasa berusaha, dan tidak pantang menyerah dalam mewujudkan keinginannya. “Kami melatih anak-anak kami untuk berjuang mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan cara berusaha dan berkorban. Tidak secara instan yang biasanya didapat hanya karena dibeli dengan uang,” sambung Bapak Ferdi.

Seusai berjalan, peserta SMAWALK yang kembali ke kompleks sekolah disambut dengan bubuk warna yang jauh lebih banyak. Dentuman musik yang dibawakan disc jockey (DJ) turut menghangatkan suasana, sebagai puncak momen yang diikuti luapan emosi dan perang tepung antar-peserta yang berkerumun dan memadati lapangan di tengah kompleks sekolah tersebut. Kegiatan dilanjutkan dengan penampilan-penampilan dancers dan acara hiburan lainnya.

Kegiatan SMAWALK maupun kegiatan lain yang senantiasa diselenggarakan oleh SMA Santa Maria Pekanbaru secara berkesinambungan di usianya yang ke-40, bertujuan menghadirkan nilai-nilai pendidikan holistik yang berupa pembentukan karakter, mental, dan kepribadian, yang secara non-akademik tidak didapatkan melalui pembelajaran teori di dalam kelas. Pihak sekolah juga mengharapkan kegiatan-kegiatan ini menjadi wadah bagi anak-anak didik untuk mengisi waktu senggangnya baik dengan turut terlibat dalam kepanitiaan maupun sekadar menjadi peserta, serta dapat menyalurkan minat dan bakat secara baik, sehat, dan positif. (StM)

Tags: , , , ,