Back to Home Page

Perayaan Imlek Bersama, Perayaan untuk Indonesia

BISA dikatakan, perayaan Tahun Baru Imlek sebelumnya tidak pernah dirayakan secara khusus. Akan tetapi mulai tahun ini, Sekolah Santa Maria Pekanbaru merayakannya secara bersama, bukan hanya untuk masyarakat Tionghoa saja melainkan untuk Indonesia.

 photo SMA Santa Maria Pekanbaru Perayaan Imlek Bersama 2566 43_zpsjwfy7zcx.jpg

Di auditorium (aula) SD Santa Maria I Pekanbaru Sabtu (28/2) kemarin, ratusan hadirin tampak memadati ruangan yang cukup besar itu. Perayaan Tahun Baru Imlek diikuti oleh seluruh unit sekolah naungan Yayasan Prayoga Riau koordinatorat Pekanbaru, mulai dari TK, SD, SD II, SMP, dan SMA Santa Maria Pekanbaru.

Dibuka dengan atraksi barongsai yang dibawakan oleh HTT (Himpunan Tjinta Teman) Pekanbaru, kemeriahan begitu terasa akibat padatnya penonton yang menyesaki area. Orangtua, pendidik dan tenaga kependidikan, serta peserta didik penonton maupun pengisi acara tampak menghadiri perayaan yang diselenggarakan di hari kesepuluh Imlek itu.

 photo SMA Santa Maria Pekanbaru Perayaan Imlek Bersama 2566 33_zpseaqwrhmy.jpg

Acara dimeriahkan penampilan dari peserta didik unit-unit Sekolah Santa Maria Pekanbaru, mulai dari ensemble permainan alat-alat musik tingkat SD dan SMA yang membawakan lagu-lagu Imlek dan Mandarin. Tidak ketinggalan tarian massal dari puluhan adik-adik SD Santa Maria Pekanbaru.

Ketua Pengurus Yayasan Prayoga Riau, Rm. Anton Konseng, Ps. M. Sc. dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa perayaan Tahun Baru Imlek di Sekolah Santa Maria secara khusus memang baru dimulai pada tahun kambing kayu (2566 Kongzili) ini. Seraya perkembangan pengajaran Katolik, di mana nilai-nilai kekatolikan menekankan sifat multikultural, yang membuat perayaan Imlek tidak lagi menjadi monopoli masyarakat Tionghoa saja melainkan harus dirayakan secara bersama-sama sebagai perayaan bangsa Indonesia di dalam kebhinnekaaannya.

Orangtua dan wali murid yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Ibu Linda, juga mengapresiasi perayaan istimewa ini. Ibunda dari peserta didik kelas 6 SD ini menyampaikan harapan untuk menjadikan momentum perayaan Imlek sebagai wadah untuk mempererat kekeluargaan dan persaudaraan dalam keluarga besar Yayasan Prayoga Riau, dan Sekolah Santa Maria Pekanbaru khususnya.

 photo SMA Santa Maria Pekanbaru Perayaan Imlek Bersama 2566 27_zpsjpjhemmq.jpg

Semarak perayaan terus berlanjut dengan iringan lagu-lagu tradisional maupun lagu khas tahun baru penganggalan kalender Tiongkok ini. Kelincahan, kelucuan, dan kegesitan gerak-gerik pendukung acara dari anak berusia lima tahunan hingga belasan tahun menjadi penari dan penampil di malam akhir pekan ini. Selain itu, vokal anak-anak SD menyanyikan lagu Mandarin juga mengundang atensi yang luar biasa dari penonton.

Uniknya, dengan dukungan penampilan dari peserta didik mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA, tidak hanya peserta didik etnis Tionghoa yang hadir dan mengambil bagian dari acara, melainkan dari berbagai suku bangsa. Semuanya berbaur menjadi satu dalam keberagaman yang sekaligus menggarisbawahi sifat keinklusifan Sekolah Santa Maria Pekanbaru yang sangat terbuka dan tidak memandang suku, agama, ras, maupun antargolongan.

Rentetan kegiatan berlangsung hingga pukul 21.30 WIB setelah penampilan enerjik dari tim modern dance SMA Santa Maria Pekanbaru. Sekali lagi, Selamat Tahun Baru Imlek. Gongxi Facai! Semoga tahun baru membawa berkah, rezeki, kesehatan, dan kemakmuran yang tiada habisnya kepada semua! (StM)

Tags: , , , , , , , , ,