Back to Home Page

Educational Trip Hari Kelima: Pulang ke Pekanbaru, Belajar Banyak Hal Baru

HARI kelima atau tepatnya hari terakhir rangkaian perjalanan Educational Trip 2013 yang diikuti oleh peserta didik dan rombongan SMA Santa Maria Pekanbaru.

Pukul 03.00 WIB, peserta sudah mulai bangun untuk mempersiapkan diri. Suasana pagi Senin (16/12) yang tetap dingin sebagaimana daerah Ciwidey biasanya, disambut dengan aktivitas peserta mondar-mandir di dalam kompleks wisma. Ada yang berkemas-kemas atau populer disebut packing, ada yang mandi, dan ada juga yang berjalan-jalan membantu dan membangunkan teman-teman yang sehari sebelumnya tidur cukup malam karena kegiatan penutupan.

photo smasm_et2013_105-IMG_0554_zps8c8ce07b.jpg

Pihak panitia yang digawangi anak-anak dari anggota pastoral sekolah juga terlihat sangat sibuk dalam mengatur hal-hal teknis maupun administratif yang berhubungan dengan jadwal kepulangan rekan-rekannya ke Pekanbaru siang hari nanti. Bahkan beberapa di antara mereka rela tidak tidur untuk mengecek tiket pesawat dan memastikan semua proses akan berjalan lancar.

Pukul 04.30, peserta yang telah siap mulai dikumpulkan di koridor wisma. Peserta diberikan label plastik yang bertuliskan nama untuk menandai barang bawaan masing-masing. Peserta juga diatur kembali pembagian bus sesuai dengan kloter (kelompok terbang) dan jadwal keberangkatan pesawat masing-masing. Tidak ketinggalan sarapan pagi yang dibagikan untuk dinikmati dalam perjalanan nanti.

photo smasm_et2013_122-WP_20131216_014_zps87b7510e.jpg

Kehebohan dan suasana crowd menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses ini. Peserta yang kloternya terpisah dari teman-teman dekatnya, berusaha meminta penggantian termasuk juga berbagai hal-hal lainnya. Secara keseluruhan, semuanya berjalan dengan baik oleh instruksi dari panitia dan pendampingan para pendidik SMA Santa Maria Pekanbaru.

Bandung ke Jakarta

photo smasm_et2013_124-WP_20131216_016_zpsc27bb76d.jpg

Pukul 05.30 setelah semua siap, rombongan Educational Trip pun memulai perjalanan dan berangkat dari Wisma St Aloysius menggunakan bus menuju ke Jakarta. Tepatnya menuju ke Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng. Bus diurutkan sesuai jadwal penerbangan dari yang paling awal hingga yang terakhir sehingga memudahkan pembawaan barang bawaan karena terminal dan gerbang keberangkatan yang berbeda-beda.

photo smasm_et2013_123-WP_20131216_015_zpsaa357e8b.jpg

Sekadar informasi, panitia juga menjelaskan beberapa pertanyaan mengenai alasan mengapa rombongan tidak terbang langsung (direct flight) dari Pekanbaru menuju kota Bandung dan sebaliknya sebagaimana perencanaan semula. Alasannya adalah tidak cukupnya kursi pesawat yang tersedia untuk mengangkut seluruh rombongan ini dalam satu hari, mengingat maskapai dan jadwal penerbangan yang melayani rute PKU – BDO ini sangatlah terbatas serta jarak jadwal penerbangan dari yang pertama dengan yang berikutnya terpisah lumayan lama.

photo smasm_et2013_106-IMG_0563_zpsf3175d2c.jpg

Sehingga daripada dipaksakan dan tidak efisien di mana rombongan harus saling menunggu rekan-rekannya yang tidak terangkut dalam sekali penerbangan di waktu yang relatif lama tersebut, panitia memutuskan untuk memilih terbang ke Jakarta karena maskapai dan jadwal penerbangan yang jauh lebih variatif dengan waktu yang lebih berdekatan. Serta dengan demikian, perjalanan dapat dilakukan secara bersama-sama dan lebih bermakna tanpa banyak membuang waktu menunggu.

Kembali ke perjalanan, pemandangan hijau dan indah yang disiram oleh sinar mentari pagi kembali dapat dinikmati oleh rombongan. Meski perjalanan Ciwidey, Bandung ke Cengkareng, Jakarta ini lebih banyak dimanfaatkan rombongan untuk tidur dan beristirahat.

Insiden Kecil

Perjalanan dari Bandung ke Jakarta berjalan lancar dan banyak peserta yang memilih tidur. Sesekali singgah di berbagai tempat pemberhentian untuk istirahat dan pergi ke kamar kecil.

photo smasm_et2013_107-IMG_0573_zps4c71b7ac.jpg

Namun di tengah perjalanan menggunakan bus, rombongan mengalami sedikit insiden kecil. Bus ke-3 dari 4 bus rombongan, mengalami pecah ban di dalam perjalanan. Seluruh bus pun diinstruksikan berhenti untuk menunggu proses penggantian ban selesai dan perjalanan dapat dilanjutkan kembali bersama-sama.

Perjalanan berlanjut bersama-sama meski tertunda waktunya. Untungnya tidak ada kemacetan parah di gerbang tol dalam perjalanan Bandung ke Jakarta.

Soekarno Hatta Int’l Airport

photo smasm_et2013_108-IMG_0580_zpsb8409749.jpg

Rombongan bus pertama tiba di bandar udara internasional ini sekitar pukul 11.30 WIB. Kemudian dari belakang disusul oleh bus-bus berikutnya yang sempat terpisah lumayan jauh karena lalu lintas jalan.

Penerbangan pertama adalah menggunakan maskapai Batik Air dengan jadwal penerbangan 12.35. Penerbangan ini sedianya akan berangkat melalui terminal 3 bandara dengan kode IATA “CGK” ini. Namun karena minimnya informasi, rombongan diturunkan oleh bus pertama di terminal 1. Hal ini kemudian baru diketahui oleh panitia yang berada di bus ketiga dan keempat, yang menyusul beberapa menit setelahnya. Panitia sendiri sengaja berada di bus terakhir untuk mengawasi dan memastikan perjalanan bus-bus di depannya.

photo smasm_et2013_109-IMG_0583_zps05e8535f.jpg

Kesalahan terminal ini membuat suasana menjadi sedikit crowded karena bus telah meninggalkan area penurunan penumpang yang memang dilarang oleh pengurus bandara. Rombongan terpaksa harus menunggu shuttle bus yang disediakan bandara untuk pindah menuju terminal 3. Banyak waktu yang tersita untuk pemindahan peserta khususnya barang-barang.

photo smasm_et2013_111-IMG_0615_zpsd9b476a6.jpg

Pukul 11.50, sekitar 50 peserta yang memiliki jadwal penerbangan pertama tiba di terminal 3. Peserta segera masuk ke gerbang check-in untuk melakukan proses check-in. Dan yang terjadi adalah, rombongan tidak dapat melakukan check-in karena berbagai hal. Meski memang sedikit telat dari batas waktu terakhir yang diizinkan, pihak yang berwenang tidak memberikan izin.

photo smasm_et2013_125-WP_20131216_017_zpsec24321f.jpg

Panitia dan kepala sekolah yang menunggu di terminal 1 segera mendapatkan informasi ini dan bergegas menuju terminal 3 dengan shuttle bus untuk membicarakan dan meminta sedikit kelonggaran. Terutama mengingat rombongan yang berjumlah cukup banyak dan adanya sedikit insiden di perjalanan tadi. Setelah berdiskusi cukup lama, peserta tetap tidak dapat check-in dan menyusul jadwal penerbangan tersebut. Pihak terkait menjelaskan sebenarnya peserta tetap dapat menaiki pesawat, namun karena barang bawaan yang banyak maka harus dititipkan di bagasi dan penitipan bagasi sudah tidak lagi memungkinkan.

photo smasm_et2013_110-IMG_0603_zpse74da6e6.jpg

Peserta dan panitia akhirnya memutuskan untuk kembali ke terminal 1 dan mencari penerbangan alternatif lainnya. Di sisi lainnya, panitia yang tersisa dan pendidik yang mendampingi kloter lainnya tetap membantu peserta kloter kedua, ketiga, dan keempat untuk terbang pulang ke Pekanbaru. Masing-masing ada yang menggunakan pesawat Citilink Indonesia dan Lion Air.

photo smasm_et2013_115-IMG_0703_zpsea596000.jpg

Proses check-in hingga keberangkatan pesawat dari terminal 1 ke Pekanbaru berjalan lancar dan aman. Mulai dari kloter kedua di jam 14.00, kloter ketiga di jam 15.30, dan kloter keempat di jam 19.00 WIB. Peserta yang tiba di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru tetap didampingi oleh pendidik atau panitia yang bertugas sampai dijemput oleh orangtua atau wali mereka.

photo smasm_et2013_121-WP_20131216_013_zps48ef1a77.jpg

Di sisi lain, kloter pertama menunggu di koridor terminal 1 bandara. Panitia dan pihak sekolah sibuk mengurus tiket serta mencari penerbangan alternatif yang masih tersisa di hari tersebut agar rombongan dapat segera pulang. Dimulai dari konter ke konter hingga menghubungi agensi tiket untuk mencari solusi.

photo smasm_et2013_126-WP_20131216_018_zpsfffe2e8e.jpg

Setelah menghubungi, melobi, dan melakukan berbagai upaya ke berbagai pihak, hasilnya tiket hampir dapat dikatakan habis. Kalaupun ada tersisa satu atau dua kursi, pihak sekolah menolak karena alasan keamanan yang tidak terjamin apabila peserta dipulangkan tanpa pendampingan. Setelah disepakati bersama, rombongan kloter pertama tidak dapat pulang pada hari Senin (16/1) dan digantikan ke hari berikutnya. Peserta kemudian diinstruksikan untuk mengabari orangtua/ wali di Pekanbaru atas informasi tersebut dan mencegah kekhawatiran.

photo smasm_et2013_127-WP_20131216_019_zps37616b78.jpg

Atas semua kejadian ini, panitia memutuskan untuk membawa peserta menuju salah satu hotel untuk menginap. Hotel Permata Bandara yang berjarak tempuh sekitar 25 menit dari Cengkareng. Sekolah akan menanggung semua biaya tambahan dan penginapan rombongan untuk menjaga keamanan peserta.

Tambah Sehari di Hotel Permata Bandara

photo smasm_et2013_129-WP_20131216_021_zpsb69cf14e.jpg

Rombongan diantar menggunakan fasilitas shuttle bus yang disediakan panitia dan hotel dari terminal 1 menuju hotel yang berlokasi di Tangerang ini.

photo smasm_et2013_112-IMG_0654_zpsacea5030.jpg

Setelah semua rombongan tiba di hotel, rombongan dibagi ke dalam belasan kamar tidur yang dipisahkan sesuai jenis kelamin. Khusus wanita disediakan di lantai dasar, sedangkan pria berada di lantai atas hotel. Tentunya dengan pendampingan dari pendidik-pendidik dan panitia.

photo smasm_et2013_113-IMG_0657_zps25efdf61.jpg

Rombongan dapat beristirahat kembali di hotel, yang tentunya memiliki kisah tersendiri dengan bertambah sehari perjalanan Educational Trip di Bandung dan Jakarta. Peserta harus tidur karena jadwal penerbangan baru yang didapatkan panitia adalah mulai pukul 05.25 WIB keesokan paginya dan sebagian 15.30 sore harinya dengan maskapai Citilink Indonesia.

photo smasm_et2013_116-IMG_0715_zps39ea838e.jpg

Pagi-pagi keesokan harinya, pukul 03.00 peserta yang mendapatkan penerbangan pagi dibangunkan oleh panitia dan pendidik yang akan mendampingi perjalanan. Peserta bergegas segera untuk menghindari keterlambatan yang sama sehari sebelumnya. Rombongan pun meninggalkan hotel menuju kembali ke terminal 1 bandara untuk selanjutnya kembali ke Pekanbaru.

photo smasm_et2013_114-IMG_0690_zps012c3fe6.jpg

Sisa kurang dari separuh rombongan termasuk panitia dan kepala sekolah yang mendapatkan penerbangan sore, dapat beristirahat lebih lama di hotel. Peserta memiliki lebih banyak waktu, menikmati sarapan pagi, serta bercerita akan berbagai hal hingga akhirnya pulang ke Pekanbaru dan tiba di bandara yang terletak di Simpang Tiga ini sekitar pukul 18.00 WIB.

photo smasm_et2013_117-IMG_0724_zps56add9dd.jpg
photo smasm_et2013_118-IMG_0750_zps38af4c23.jpg
photo smasm_et2013_119-IMG_0760_zps06d0e98f.jpg
photo smasm_et2013_120-IMG_0762_zpsa1bb71a9.jpg

Kesimpulan

Perjalanan Educational Trip 2013 mengandung ribuan kisah, makna, dan cerita yang tidak dapat dirangkai dalam kata-kata. Dimulai dari upaya mengumpulkan uang secara mandiri, belajar berorganisasi di dalam kepanitiaan, hingga akhirnya perjalanan ini dapat berjalan hingga selesai. Berbagai keseruan, kehangatan, kebersamaan, dan hal-hal menarik lainnya juga didapatkan oleh seluruh rombongan kelas 12 SMA Santa Maria Pekanbaru ini.

Di balik berbagai keseruan, tentu ada juga kelemahan. Dan sebagai sebuah perjalanan yang sarat akan nilai edukasi dan wisata, peserta harus dapat memaknai setiap hal yang terjadi dan belajar dari pengalaman tersebut.

Di Educational Trip ini, rombongan dapat belajar berbagai hal baru. Mulai dari kesadaran untuk menjaga alam dan ciptaan Tuhan, menghargai nilai-nilai pertemanan, memaknai indahnya persahabatan, menyadari pentingnya kekeluargaan, dan melatih sikap, sifat, serta kepribadian yang menyeluruh pada diri peserta.

Sikap, sifat, dan kepribadian yang menyeluruh ini dapat dijabarkan mulai dari kesabaran, toleransi, tenggang rasa, kerja sama, tanggung jawab, dan berbagai hal lainnya yang tentu tidak dapat diperoleh secara maksimal jika hanya belajar dengan berdiam diri dalam pendidikan formal di kelas.

Oleh itu, SMA Santa Maria Pekanbaru sendiri ingin terus menyelenggarakan berbagai program unggulan sekolah yang salah satunya adalah Educational Trip ini, dengan maksud dan tujuan menghadirkan pendidikan yang benar-benar holistik, menyeluruh di segala bidang, untuk menciptakan insan-insan yang unggul, cerdas, dan bermartabat serta ke depannya dapat bermanfaat bagi kemajuan masyarakat, bangsa, maupun negara. (StM)

Oleh Stephen Marlin.
Foto: Anastasia Oktaviani.

Tags: , , , , , , ,