Back to Home Page

Educational Trip 2013 Hari Keempat, I: Hangatnya Air Panas hingga Dinginnya Kawah Putih

BERBELANJA dan berburu buah tangan seharian keliling kota di hari ketiga Educational Trip 2013 dirasa cukup bagi peserta. Hari keempat yang bertepatan dengan hari Minggu (15/12) ini, saatnya rombongan menikmati berbagai keindahan objek wisata di Bandung!

photo smasm_et2013_001-WP_20131215_008_zps75bf8ae7.jpg
photo smasm_et2013_002-WP_20131215_009_zpse81b582d.jpg

Bangun pagi, bersiap-siap dan sarapan pagi seperti hari-hari sebelumnya di Wisma St Aloysius, Ciwidey, rombongan berangkat menggunakan bus. Sebelum berangkat, rombongan melakukan apel dan berdoa terlebih dahulu. Destinasi pertama hari keempat adalah tempat wisata air panas.

photo smasm_et2013_003-WP_20131215_010_zps32bbaa33.jpg

Air Panas Walini (Ciwalini), Bandung Selatan

Tempat wisata air panas Walini, terletak di sudut kota Bandung bagian selatan tepatnya Jalan Soreang menjadi persinggahan pertama. Peserta dan rombongan dapat mandi air panas di kolam yang disediakan khusus untuk para pengunjung.

photo smasm_et2013_004-WP_20131215_011_zps8fd42063.jpg
photo smasm_et2013_005-WP_20131215_012_zps9ed0a5ed.jpg

Keramaian pengunjung di hari libur sangat terasa namun tidak menyurutkan niat sebagian peserta untuk bergabung dan merasakan air panas. Air panas tersebut bersumber dari mata air alami Gunung Patuha Kawah Putih. Meski ramai, air kolam tetap jernih dan tidak tercium bau belerang yang menyengat.

photo smasm_et2013_006-WP_20131215_021_zps54552db4.jpg

Udara di pagi hari ini memang sangatlah sejuk. Berada di ketinggian 2.400 meter dari permukaan air laut, membuat suasana perendaman air panas terasa nyaman dengan sekeliling udara yang bagi sebagian peserta terasa dingin. Oleh itu pula, sebagian besar rombongan memilih tidak berendam dan justru berjalan-jalan di area wisata yang dikelilingi kebun teh Rancabali tersebut.

photo smasm_et2013_007-WP_20131215_027_zps26f55f7e.jpg
photo smasm_et2013_008-WP_20131215_028_zpsec77428c.jpg

Berbagai jajanan tersedia di pelataran dan halaman objek wisata yang menjadi salah satu tujuan pelancong di wilayah Bandung tersebut. Aneka cemilan hingga stroberi segar yang dipetik langsung menjadi daya tarik tersendiri. Di sisi lain, di tempat wisata air panas Walini ini juga tersedia berbagai wahana permainan untuk disewakan kepada para pengunjung. Wisata flying fox, motocross, gokar, ATV (all terrain vehicle), tea tour, dan berbagai lainnya siap untuk dicoba. Namun karena keterbatasan waktu, peserta dari SMA Santa Maria Pekanbaru ini tidak diizinkan untuk mencoba fasilitas-fasilitas tersebut.

photo smasm_et2013_009-WP_20131215_038_zpsd257223e.jpg
photo smasm_et2013_010-WP_20131215_039_zps9b60a420.jpg

Peserta yang berendam di kolam air panas terlihat antusias bermain-main dengan berbagai atraksi seru. Aksi melempar-lempar temannya, siram-menyiram, hingga loncat-meloncat menjadi momen yang begitu hangat dan kental dengan suasana kekeluargaan dan persahabatan.

photo smasm_et2013_011-WP_20131215_048_zps2fcadf1d.jpg
photo smasm_et2013_012-WP_20131215_050_zps2a663746.jpg

Pukul 10.30 WIB, rombongan Educational Trip 2013 dikumpulkan melalui pengeras suara untuk menuju bus masing-masing. Peserta segera bergegas dan membersihkan diri untuk berkumpul dan menuju destinasi berikut.

photo smasm_et2013_013-WP_20131215_052_zpsf3af9b2a.jpg
photo smasm_et2013_014-WP_20131215_053_zps405549d0.jpg

Danau Situpatenggang, Patenggang

Rombongan kembali melanjutkan perjalanan di hari yang mendung ini. Perjalanan menggunakan bus menuruni ketinggian dengan pemandangan kebun teh dan stroberi yang hijau dan menyegarkan sejauh mata memandang.

photo smasm_et2013_015-WP_20131215_058_zps48f6810a.jpg
photo smasm_et2013_016-WP_20131215_062_zpsd31449e7.jpg

Jendela bus menjadi pembatas antara rombongan dan alam yang indah tersebut. Memandangi objek-objek yang hijau dan alami tersebut dapat membuat peserta melepas kepenatan dan berbagai beban pikiran. Ditambah suhu udara yang dingin dan terus menurun karena awan yang semakin tebal.

photo smasm_et2013_017-WP_20131215_063_zpsfb2b1211.jpg
photo smasm_et2013_018-WP_20131215_066_zps09aad453.jpg

Kurang lebih sejam, peserta sampai di sebuah objek wisata yang tidak kalah ramai dan indah. Danau Patenggang atau dikenal dengan nama Situpatenggang. Kawasan ini semula adalah cagar alam yang kemudian resmi dibuka sebagai sebuah taman wisata kebanggaan masyarakat Bandung.

photo smasm_et2013_019-WP_20131215_069_zpsaf7fe08f.jpg

Situpatenggang sendiri adalah sebuah kawasan wisata seluas 150 hektar. Terletak di ketinggian 1.600 meter dari permukaan air laut, kawasan ini terdiri dari berbagai titik menarik yang juga banyak dimanfaatkan oleh fotografer untuk mengambil gambar. Panorama yang indah yang membuat sebagian pengunjung termasuk peserta Educational Trip betah berlama-lama mengingat kebesaran ciptaan Tuhan.

photo smasm_et2013_020-WP_20131215_086_zpse427661f.jpg
photo smasm_et2013_021-WP_20131215_087_zpsa8b481d2.jpg

Situpatenggang memiliki legenda dan mitos yang memang membuat wisatawan tertarik untuk berkunjung. Menurut bahasa Sunda, Situpatenggang berasal dari kata “pateangan-teangan” yang berarti “saling mencari”. Konon mengisahkan cinta sepasang putra prabu dan putri titisan dewi yang bernama Ki Santang dan Dewi Rengganis yang terpisah sekian lamanya. Kemudian karena cinta yang begitu kuat, mereka saling mencari dan bertemu kembali di sebuah tempat yang sekarang bernama “Batu Cinta”. Kemudian dewi meminta sebuah danau yang kini menjadi Danau Patenggang dan sebuah perahu untuk berlayar yang kini menjadi sebuah pulau berbentuk hati dengan nama Pulau Asmara/ Pulau Sasaka.

photo smasm_et2013_022-WP_20131215_089_zpsa0d37b17.jpg
photo smasm_et2013_023-WP_20131215_090_zpsfc6c0d3e.jpg

Objek wisata ini tidak lepas membuat peserta dan rombongan mengambil foto keindahan alam maupun foto bersama rekan-rekannya. Keseruan dan keceriaan begitu terlihat apalagi konon jika menyinggahi Batu Cinta dan menaiki perahu mengelilingi Pulau Asmara, maka peserta senantiasa dikelilingi cinta abadi seperti legenda tersebut.

photo smasm_et2013_024-WP_20131215_101_zps03877247.jpg

photo smasm_et2013_025-WP_20131215_102_zpsffdadea5.jpg
photo smasm_et2013_026-WP_20131215_105_zps986aebf9.jpg
photo smasm_et2013_027-WP_20131215_106_zpsd687def8.jpg
photo smasm_et2013_028-WP_20131215_116_zps19b4ed63.jpg

Cuaca kembali tidak mendukung, hujan rintik-rintik mulai turun dan membasahi daratan Bandung khususnya bagian selatan. Peserta sekitar pukul 14.00 kembali menuju bus sekaligus berteduh. Bus pun berangkat kembali.

photo smasm_et2013_029-WP_20131215_121_zps756714df.jpg
photo smasm_et2013_030-WP_20131215_123_zps45f3830c.jpg

Kawah Putih, Gunung Petuha

Berjarak kurang lebih 2 kilometer dari Situpatenggang dengan waktu tempuh sekitar setengah jam menggunakan bus, rombongan Educational Trip 2013 tiba di lapangan parkir area wisata Kawah Putih. Meski berjarak lumayan dekat, namun dengan ketinggian wilayah yang berbeda, kawasan ini memiliki cuaca mendung dan belum turun hujan.

photo smasm_et2013_031-WP_20131215_129_zps75a29ee4.jpg
photo smasm_et2013_032-WP_20131215_130_zpsadea8a30.jpg

Rombongan segera berkumpul menunggu instruksi dari panitia yang juga merupakan pendidik dan peserta didik SMA Santa Maria Pekanbaru. Semua peserta yang berkumpul kemudian segera mengenakan masker yang dibeli langsung dari para penjual di lokasi tersebut. Penggunaan masker ini untuk mengantisipasi gas belerang dan gas lainnya yang mungkin saja dapat beracun dan berbahaya bagi kesehatan.

photo smasm_et2013_033-WP_20131215_131_zps330fde1d.jpg
photo smasm_et2013_034-WP_20131215_134_zps2a250d89.jpg

Rombongan segera berbaris dan memasuki angkutan yang akan membawa peserta ke puncak Gunung Patuha yang bekas letusannya menjadi kawah yang terkenal dengan nama Kawah Putih ini. Angkutan ini adalah modifikasi dari berbagai minibus yang memuat kurang lebih dua belas orang dewasa dan siap mengantar pengunjung dari bawah menuju kawasan kawah.

photo smasm_et2013_035-WP_20131215_140_zps0b8838e5.jpg

Jalan menanjak yang curam menjadi rute yang harus dilewati. Angkutan yang berjalan dengan kecepatan cukup tinggi ini memacu adrenalin dan sensasi tersendiri bagi peserta yang menjadi penumpangnya. Gunung Patuha ini sendiri cukup tinggi dan memakan perjalanan sekitar 20 menit untuk mencapainya. Teriakan-teriakan seru dan ketakutan mewarnai perjalanan ke atas puncak.

photo smasm_et2013_036-WP_20131215_144_zps9da31511.jpg
photo smasm_et2013_037-WP_20131215_145_zps48d88780.jpg
photo smasm_et2013_038-WP_20131215_146_zps14fe46e7.jpg

Sesampai di puncak, terdapat titik kumpul yang dipergunakan oleh para pengunjung untuk berfoto-foto ria, termasuk rombongan. Berbagai wisatawan dan mobil juga terlihat ramai di titik pemberhentian ini. Rombongan Educational Trip yang dijuluki “Saints” ini kemudian secara berurutan menaiki tangga-tangga untuk menuju kawah.

photo smasm_et2013_039-WP_20131215_150_zpsd2b4ceaa.jpg
photo smasm_et2013_040-WP_20131215_152_zps87b08c7c.jpg

Sebuah hamparan danau yang sangat indah dengan air berwarna hijau membentang dikelilingi oleh tebing dari bebatuan kapur. Aroma belerang sedikit menyengat dengan pepohonan dan lumut di sekitarnya. Suhu yang sejuk dengan sedikit kabut juga menambah daya tarik salah satu dari sekian banyak keindahan alam di negeri ini.

photo smasm_et2013_041-WP_20131215_158_zps285aabdc.jpg
photo smasm_et2013_042-WP_20131215_164_zps646bff7b.jpg

Suasana ini dapat dinikmati oleh dua ratusan orang rombongan berjaket merah yang menjadi pakaian seragam perjalanan ini. Berbagai ekspresi tampak menghiasi wajah-wajah peserta, ada yang senang, takjub, hingga kelelahan. Apapun itu, inilah keseruan Educational Trip hari ini.

photo smasm_et2013_043-WP_20131215_167_zps4d08d980.jpg
photo smasm_et2013_044-WP_20131215_169_zps1aa52d9a.jpg
photo smasm_et2013_045-WP_20131215_179_zpsc026041a.jpg

Air yang terdapat di Kawah Putih terdiri dari campuran dari tanah kapur dan belerang yang dapat berubah-ubah warnanya pada suhu dan cuaca tertentu. Bahkan di kondisi-kondisi tertentu, kabut akan muncul dengan sangat pekat dan menutupi seluruh pemandangan di kawah. Sebuah fenomena alam yang benar-benar menakjubkan.

photo smasm_et2013_046-WP_20131215_194_zps38a7567c.jpg
photo smasm_et2013_047-WP_20131215_197_zps526f8dfe.jpg

Berjalan mengelilingi kawah sambil mengabadikan alam yang luar biasa bersama dengan teman-teman dan sahabat terbaik di sekeliling memang merupakan hal yang sangat membahagiakan. Berbagai kamera dari kamera profesional hingga kamera ponsel menjadi alat yang dipegang hampir setiap peserta untuk berfoto-foto maupun mengabadikan video. Foto dan video untuk dijadikan sebuah catatan sejarah kecil saat peserta didik lulus dari bangku sekolah dan beranjak dewasa kelak.

photo smasm_et2013_048-WP_20131215_200_zps57880b40.jpg
photo smasm_et2013_049-WP_20131215_201_zps2dc4ec72.jpg

Pukul 15.10 WIB, kabut dan awan tebal mulai datang secara cepat dan menyelimuti puncak gunung tepatnya area Kawah Putih. Itu menandakan hujan yang sangat deras akan segera turun. Pengunjung diinstruksikan segera meninggalkan kawah dan panitia Educational Trip membunyikan sirene untuk memanggil peserta didik dari SMA Santa Maria Pekanbaru. Melalui jalur balik yang tersedia, rombongan kembali ke titik kumpul. Di sepanjang jalur balik, terdapat banyak sekali penjual yang menjajakan berbagai serbuk, sabun, dan sebagainya yang mengandung belerang. Khasiatnya bermacam-macam, baik untuk kesehatan maupun pembersih wajah.

photo smasm_et2013_050-WP_20131215_204_zpsb7e166b8.jpg
photo smasm_et2013_051-WP_20131215_206_zps152bff00.jpg

Benar saja, saat rombongan sedang menuruni tangga menuju titik kumpul, hujan turun dengan sangat derasnya. Rombongan segera berteduh di halte-halte kecil yang disediakan untuk menunggu angkutan yang akan menjemput pengunjung menuruni Gunung Patuha menuju pelataran dan lapangan parkir.

photo smasm_et2013_052-WP_20131215_207_zpsa1043d94.jpg

Hujan yang deras ini membuat interval angkutan sangat lama dari biasanya. Jalan yang licin membuat pengemudi angkutan tersebut harus berhati-hati dan memperlambat laju kendaraan-kendaraan yang telah dirombak secara khusus ini. Hasilnya, rombongan harus menunggu kurang lebih satu jam agar dapat kembali ke bus masing-masing.

Pukul 16.30 WIB, peserta dan rombongan kembali ke dalam bus besar masing-masing. Perjalanan akan dilanjutkan kembali dan direncanakan mengunjungi kebun stroberi. Sayangnya, rencana tersebut dibatalkan menimbang hujan deras yang masih mengguyur dan berisiko membuat peserta kebasahan, serta hari yang mulai gelap karena cuaca. Bus diarahkan kembali ke wisma tempat penginapan yang terletak di Desa Mekarsari, Kecamatan Pasir Jambu, Bandung Selatan. (StM)

Oleh Stephen Marlin.

Tags: , , , , , ,