Back to Home Page

Hari Guru? Ada yang Beda!

PERINGATAN Hari Guru Nasional sekaligus hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) selalu identik dengan upacara bendera di tiap-tiap sekolah. Bukankah begitu? Namun, ada yang berbeda dengan peringatan Hari Guru Nasional di SMA Santa Maria Pekanbaru! Apa itu?

IMG_7489

Senin pagi (25/11), lapangan utama SMA Santa Maria Pekanbaru sudah terlihat heboh dengan kursi-kursi dan check sound yang dilakukan oleh seksi perlengkapan OSIS. Sekitar pukul 06.50 WIB, seluruh peserta didik diarahkan untuk duduk menghadap ke panggung. Rupanya, sekolah akan mengadakan pentas seni untuk memperingati hari guru. Sebelum acara dimulai, seperti rutinitas tiap harinya, selalu dimulai dengan renungan pagi dan doa.

Acara diawali dengan kata sambutan kepala SMA Santa Maria Pekanbaru, Bapak Ferdinandus Nipa, S. Pd. Beliau menyampaikan, SMA Santa Maria Pekanbaru memperingati hari guru dengan cara yang berbeda. Apabila di kebanyakan sekolah mengadakan upacara bendera yang khidmat, SMA Katolik satu-satunya di Pekanbaru ini malah membuat sensasi yang tidak mainstream dengan mengadakan pensi. Pensi yang diadakan ini dapat membuktikan, bahwa tidak hanya peserta didik yang bisa unjuk gigi, tetapi para pendidik pun tidak ketinggalan. Kata sambutan dari kepala SMA dilanjutkan dengan sekata dua patah dari perwakilan orangtua peserta didik yang diundang khusus. Pada saat ini sekaligus diberikan penyerahan beasiswa dari pihak sekolah kepada perwakilan orangtua peserta didik.

IMG_7516
IMG_7567

Pensi pun resmi dimulai. Penampilan pertama yang sangat memukau ditampilkan oleh Bapak Leo Frengki Hutabarat yang berduet memainkan gitar dengan seorang peserta didik. Tidak disangka-sangka, pendidik bidang studi kimia yang satu ini mampu memainkan kunci gitar dengan teknik-teknik tertentu. Tepuk tangan kagum pun tak bisa ditahan. Semua peserta didik, pendidik, dan orangtua peserta didik salut dengan kolaborasi pendidik dan peserta didik yang memainkan gitar itu.

Acara dilanjutkan dengan penampilan paduan suara peserta didik dan para pendidik serta tenaga kependidikan yang menyanyikan lagu “Hymne Guru”. Di tengah-tengah nyanyian, dihadirkanlah sebuah kue yang berukuran cukup besar, dengan lilin yang berangka 68 yang menyimbolkan telah 68 tahun PGRI berkiprah. Kue secara simbolik dipotong oleh Bapak Ferdinandus Nipa, S. Pd. yang potongan pertamanya diberikan kepada Ibu Sutrisni, S.Pd. -pendidik termuda di SMA Santa Maria Pekanbaru-.

Setelah acara simbolik, ditampilkanlah Teacher’s Vocal Group dengan membawakan lagu “Butiran Debu”. Semua terpukau dengan suara emas para pendidik yang terdiri dari Ibu Santanora, Ibu Theresia Simatupang. , Ibu Triasi, Ibu Timria Malem, Ibu Bernadette Siti , Ibu Melva Maria , Ibu Norita Rismawati, dan Ibu Veronica Yulia. Para pendidik yang serempak mengenakan baju hitam ingin menyampaikan secara tidak langsung bahwa “guru tanpa murid ibarat butiran debu” dan sebaliknya.

IMG_7542
IMG_7574

Pendidik pria juga tidak mau ketinggalan. “Lebih baik di sini, rumah kita sendiri,” penggalan lagu klasik berjudul Rumah Kita dibawakan oleh Teacher’s Band yang beranggotakan Bapak Ferdinandus Nipa selaku kepala sekolah dan Bapak Aloysius Prasetyo sebagai vokalis; Bapak Novi Eka Putra sebagai pemain saxophone; Bapak Paskalis Florinto dan Bapak Torus Sidabariba sebagai gitaris; Bapak Fransiskus Asisi Oktora sebagai bassist; dan Bapak Leo Frengki Hutabarat sebagai drummer. Para penonton sangat terhibur dengan aksi Teacher’s Band yang sangat jarang ditampilkan ini. Sebagai apreasiasi, banyak peserta didik yang memberikan bunga kepada para pendidik, bahkan ada yang sampai merangkaikan bunga di telinga para pendidik.

Acara ditutup dengan Tari Tor-Tor oleh para pendidik yang sudah dilengkapi kain ulos. Banyak pula peserta didik yang ikut menari di sekitar para pendidik. Acara memperingati hari guru kali ini benar-benar spektakuler. “Bapak-Ibu guru, kami bangga denganmu. Selamat Hari Guru, wahai pahlawan pendidikan!” (WPr)

Oleh Wirawan Perdana.
Foto oleh Anastasia Oktaviani.

Tags: , , , , ,