Back to Home Page

Dies Natalis 2013: Aneka Gerak dalam Satu Irama

PERAYAAN syukur ulang tahun atau lebih akrab disebut dies natalis oleh sekolah-sekolah Santa Maria Pekanbaru diadakan pada hari Senin (11/11) di lapangan SD Santa Maria Pekanbaru.

IMG_6727

Perayaan dies natalis tahun ini diikuti oleh seluruh pendidik dan tenaga kependidikan baik TK, SD, SMP, dan SMA Santa Maria Pekanbaru serta para orangtua murid yang meluangkan waktunya untuk menghadiri acara tahunan ini.

Setelah sapaan singkat oleh pembawa acara, yang merupakan salah satu pendidik SD Santa Maria Pekanbaru, acara dimulai dengan doa pembuka yang dibacakan oleh Bapak Kemat. Rangkaian acara pada dies natalis kali ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama yaitu sesi doa dan ucapan syukur, sedangkan sesi kedua yaitu pentas seni.

IMG_6810

Setelah doa pembuka dibacakan, dilanjutkan dengan pembacaan kitab suci dari masing-masing agama. Mulai daru pembacaan kitab suci Alkitab oleh suster selaku perwakilan agama Katolik, yang kemudian dilanjutkan dengan melantunkan Mazmur. Setelah itu adalah pembacaan ayat kitab suci Al-Quran oleh Bapak Eddy selaku perwakilan agama Islam, diteruskan dengan penampilan kelompok rebana SD Santa Maria Pekanbaru.

IMG_6728

Ayat kitab suci Tripitaka selanjutnya disyairkan oleh Wirawan, salah satu peserta didik SMA Santa Maria Pekanbaru untuk mewakili agama Buddha. Kemudian, pembacaan ayat kitab suci dari salah seorang pendidik SD Santa Maria yang mewakili agama Protestan juga dibacakan, disusul dengan penampilan kelompok bernyanyi SD Santa Maria Pekanbaru. Pembacaan ayat kitab suci ditutup dengan syair Weda yang disyairkan oleh Indra, salah satu peserta didik SMA Santa Maria Pekanbaru sebagai perwakilan agama Hindu. Pembacaan kitab suci Weda diikuti dengan Tari Pendet, tarian khas Bali.

Usai pembacaan ayat kitab suci dari masing-masing agama, acara dilanjutkan dengan mendegarkan khotbah dari Romo Antonius Konseng, Pr. M. Sc., selaku ketua Yayasan Prayoga Riau. Beliau menyampaikan, perayaan dies natalis sengaja dirayakan bertepatan sehari setelah hari pahlawan, dengan tujuan mengucapkan syukur sekaligus meningkatkan rasa nasionalisme.

IMG_6755

Beliau juga mengambil salah satu ayat Alkitab, yang menyatakan ketika kita mati dan hidup kekal di surga, tidak ada lagi perkawinan bagi kita. Karena, ketika kita kembali ke surga, kita memiliki satu Bapa. Sangatlah tidak mungkin apabila seseorang yang memiliki satu Bapa saling kawin-mawin. Beliau juga berpesan, walaupun berbeda-beda, kita tetap memiliki satu Bapa yang sama. Satu Tuhan yang sama. Walaupun kita memiliki kepercayaan yang berbeda-beda, memiliki kitab suci yang berbeda-beda, tapi semuanya mengajarkan kebaikan dan kebenaran. Janganlah kita menganggap bahwa: agamaku yang benar, agamamu yang salah. Seperti para pahlawan kita yang berbeda-beda baik dari suku dan agama, tetapi mereka tetap bersatu dalam membela tanah air. Romo juga mengajak kita untuk bersama-sama menjadi pahlawan kerukunan dan pemersatu bangsa di zaman kini.

IMG_6794

Khotbah dari Romo Antonius Konseng dilanjutkan dengan doa umat lintas agama, dimulai dari pembacaan doa dari agama Katolik, Islam, Buddha, Hindu, dan Protestan yang para pembacanya merupakan perwakilan dari orangtua murid.

Setelah pembacaan doa lintas agama, tari persembahan dengan musik India mulai ditampilkan. Para penari lincah dan gemulai mengawali pendidik-pendidik yang berjalan di belakangnya sambil membawa persembahan, berupa buah-buahan, makanan-makanan, serta kantong sumbangan kolekte.

Namun sangat disayangi, kondisi cuaca kurang bersahabat di musim penghujan ini. Setelah diawali dengan angin yang cukup kencang, hujan akhirnya turun dengan sangat deras. Terpaksa, acara harus diberhentikan. Para hadirin yang terkena hujan juga berusaha mencari tempat berteduh di koridor kelas dan beberapa ruang kelas yang sengaja dibuka. Sungguh disayangkan, beberapa penampilan pentas seni tidak bisa ditampilkan karena kondisi tidak bersahabat ini. Acara akhirnya usai. Namun tetap bersyukur karena sesi pertama yang merupakan pokok acara rampung terlaksana dengan baik. (WPr)

Oleh Wirawan Perdana.
Foto oleh Anastasia Oktaviani.

Tags: , , , , , ,