Back to Home Page

Lenyapkan Egoisme, Tingkatkan Nasionalisme

MOMENTUM bersejarah, lima puluh delapan tahun yang lalu direnungkan dan dihayati kembali oleh ratusan peserta didik yang mengikuti upacara bendera pada Senin (28/10) dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda di lapangan utama SMA Santa Maria Pekanbaru.

photo 1454614_755296404496427_1963106595_n_zps4d4bc19d.jpg

Dengan mengenakan seragam nasional lengkap dengan topi, para peserta didik SMA Santa Maria Pekanbaru dengan bangganya menghormati Sang Saka Merah Putih yang mulai dikibarkan. Pada upacara bendera kali ini, giliran kelas 12 IPS 1 yang terjadwal sebagai petugas upacara, setelah kelas 12 IPA 1 di bulan sebelumnya dengan tema “Kesehatan”. Jadwal petugas upacara bergilir memang sudah menjadi agenda baru program kesiswaan SMA Santa Maria Pekanbaru.

photo 1380396_755297984496269_1698630071_n_zps99b229fe.jpg

Di luar dari dugaan, upacara bendera memperingati Hari Sumpah Pemuda yang rutin dilakukan setiap tanggal 28 Oktober ini, terpaksa harus diulangi secara keseluruhan sebanyak 2 kali karena kesalahan humanis. Kelalaian petugas upacara serta sikap yang kurang tenang dari beberapa peserta didik menjadikan upacara sakral ini terpaksa harus diulang saat pemimpin upacara memasuki lapangan upacara.

photo 923405_755298807829520_2003092502_n_zpsad6db23f.jpg
photo 1385013_755296961163038_967913307_n_zpsab924908.jpg

Meski upacara momentum ini sempat diulang, para peserta upacara tetap senantiasa menyimak amanat dari pembina upacara dengan saksama. Ibu Eleonora Paima, S. Pd. –pembina upaca sekaligus pendidik Kewarganegaraan– menyampaikan bahwa Sumpah Pemuda bukanlah sekadar sumpah yang diucapkan dengan emosi. Sumpah Pemuda mengandung nilai dan tekad para pemuda-pemudi kala itu untuk mempersatukan Indonesia dengan segala kebhinnekaan yang ada. Beliau berpesan, layaknya pemuda-pemudi kala itu yang melenyapkan rasa egoisme demi bersatu, peserta didik SMA Santa Maria Pekanbaru juga bisa melenyapkan rasa egoisme yang dimiliki. Mengikuti upacara bendera dengan khidmat merupakan salah satu contoh sederhananya. Ibu Eleonara juga mengimbau agar kelalaian seperti upacara bendera hari itu tidak terulang untuk kedua kalinya.

photo 1426726_755298227829578_1545628142_n_zps537eedbb.jpg

Upacara bendera yang sempat diulangi 2 kali ini kiranya dapat menjadi pembelajaran, bahwa upacara bendera harus dihayati dengan suasana sakral, tenang, dan khidmat. Semua berharap, untuk upacara selanjutnya hal memalukan ini tidak terjadi lagi. (WPr)

Oleh Wirawan Perdana.
Foto Sansan Suwangsa, Benediktus Pradipta

More photos on Facebook

Tags: , ,