Back to Home Page

Aku Ingin Sukses!

PESERTA seminar pendidikan yang terdiri dari anggota OSIS, MPK, dan peserta didik kelas 12 IPA 2 sangat antusias mengikuti University Workshop sebagai rangkaian dari SMAYAVA 2013 pada hari Rabu (30/10). Seminar ini dipandu oleh Ibu Emilinda Stefani, S. T. selaku wakil kepala sekolah bagian kesiswaan SMA Santa Maria Pekanbaru.

Sebagai pembicara, SMA Santa Maria Pekanbaru bekerjasama dengan mengundang Bapak Danny Johannes, S. E., MBA selaku Manager of Marketing Universitas Bunda Mulia beserta staff. Di tengah jadwal beliau yang padat menghadiri berbagai undangan, Bapak Danny menyempatkan diri untuk berbagi motivasi kepada para peserta didik kelas 12 SMA Santa Maria Pekanbaru yang akan segera memasuki jenjang universitas.

Seminar sekaligus motivasi yang mendatangkan Universitas Bunda Mulia ini, dimulai sekitar pukul 12.00 dan berakhir hingga pukul 14.00 WIB. Para peserta seminar yang sudah siap sedia menunggu di ruang 18 terlihat tidak sabaran menunggu kedatangan pihak UBM yang sedikit terlambat. Dari koper yang dibawa Bapak Danny, kelihatan bahwa beliau dan staff baru saja tiba dari Jakarta.

Seminar dibuka dengan sapaan hangat Kakak Novi Yulianita, S. Ikom. selaku alumnus sekaligus staff dari Universitas Bunda Mulia. Sarjana ilmu komunikasi yang baru lulus dari Universitas Bunda Mulia ini, memperkenalkan sedikit tentang lokasi kampus UBM.  Kemudian, dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Bapak Danny sendiri.

Bapak Danny terlebih dahulu memperkenalkan identitas dirinya. Lalu dilanjutkan dengan memperkenalkan jabatan-jabatan beliau yang tidak hanya sebagai Manager of Marketing UBM, tetapi juga owner restaurant, ketua pembina panti asuhan, anggota Kementerian Ekonomi dan Koperasi, consultant, dan jabatan-jabatan lainnya, dengan tujuan memotivasi para peserta didik agar bisa sukses seperti dirinya.

Mulai masuk ke materi, beliau memulai dengan statement: Siswa zaman sekarang hidupnya sudah jauh lebih ‘enak’ daripada zaman dulu. Dengan membandingkan kehidupan peserta didik zaman sekarang dengan peserta didik pada zaman dirinya bersekolah dulu, hal ini dapat menjadi renungan bagi pelajar masa kini.

Dengan bahasa beliau yang santai dan komunikatif, beliau juga memperlihatkan foto anak-anak panti asuhan yang pernah dikunjunginya,  yang tidak pernah patah semangat dalam memaknai hidup. Mereka berjualan, menjadi montir, dan menjadi wirausahawan kecil-kecilan dengan menjual karya lukisan dari cangkang telur. Dengan menunjukkan foto-foto itu, beliau ingin menginspirasi para peserta seminar agar mampu mencontoh kegigihan anak-anak panti asuhan.

Tidak hanya sampai di situ, beliau juga menceritakan kisah inspiratif dari salah satu mahasiswi UBM, yang memulai usaha laundry dari modal yang  sangat minim hingga omzet ratusan juta per bulan. Beliau menceritakan bahwa mahasiswi tersebut sebenarnya berasal dari keluarga mampu (ayahnya sebagai pemilik kebun sawit dan pemilik ruko) tapi ia tidak mau terlena dengan harta yang orangtuanya miliki. Ia bahkan tinggal di kos-kosan sederhana dan menjalankan bisnis kecil-kecilannya di kos-kosan tempat ia tinggal selama berkuliah. Pada bagian ini, Bapak Danny ingin menyampaikan quote motivatif, “Jika aku ingin sukses, aku harus keluar dari zona nyamanku”. Di kisah pengusaha laundry ini, si mahasiswi menjadi sukses bukan mengandalkan kekayaan orangtuanya. Ia malah keluar dari kenyamanan yang orangtuanya berikan. Dan, kini berkat kegigihannya, si mahasiswi mampu membeli rumah di kawasan elite di Jakarta. Beliau menyampaikan bahwa kita harus berubah bila ingin sukses. Berubah itu bisa, berubah itu gampang, tetapi bagaimana kita mempertahankan perubahan itu yang cukup rumit.

Dengan menyampaikan kedua kisah inspiratif itu (kisah panti asuhan dan kisah mahasiswi/ pengusaha laundry), Bapak Danny menghubungkan dengan cita-cita yang dimiliki. Kita harus mampu mencapai cita-cita yang diinginkan. Beliau berkata, kita harus memiliki cita-cita dan harus berusaha mencapainya dalam usia dini.

Di akhir penyampaiannya, pembicara yang menggunakan bahasa remaja dalam seminarnya ini memperlihatkan video lucu seorang balita yang ingin sekali memiliki mobil. Si balita tersebut melakukan segala cara, salah satunya dengan menanam mobil mainan di taman rumahnya. Si balita berharap agar mobil mainan yang ditanamnya akan tumbuh menjadi mobil besar seperti milik tetangganya dengan cara rutin menyiramnya.  Dengan video tersebut, semakin menguatkan pemahaman para peserta seminar agar harus menggunakan beribu cara agar dapat meraih cita-cita.

Seminar ditutup dengan pengisian angket oleh para peserta seminar. Kiranya seminar sejenis ini bisa rutin dilakukan agar memperluas pemahaman peserta didik tentang “keras”-nya kehidupan di universitas dan masyarakat kelak agar mampu mempersiapkannya sejak jauh-jauh hari. (WPr)

Oleh Wirawan Perdana, edited.
Foto -.

Tags: , , ,