Back to Home Page

Educational Trip 2012: Hujan Mengguyur, Wisata Sempat Terganggu

WISATA hari ini setelah tiba di Jawa Tengah dimulai dengan makan siang dan kunjungan ke Candi Borobudur. Semua berjalan dengan lancar hingga cuaca mengganggu.

Pukul 12.00 WIB, rombongan telah tiba di Magelang, Jawa Tengah. Semuanya pun tiba di Candi Borobudur dan memulai makan nasi kotak yang tersedia. Cuaca yang mendung dan berawan memang terasa sejuk dan sangat mendukung kegiatan.

Berkumpul kemudian memasuki pelataran candi, terlihat peserta yang kompak mengenakan jaket khusus edisi Educational Trip 2012 berjalan sumringah dengan kelompok-kelompok temannya. Aksi foto-video tak terelakkan untuk mengabadikan kebersamaan ala high school ini.

Tingkat dan tingkat candi terus dinaiki. Perlu diakui memang, salah satu peninggalan zaman Dinasti Syailendra yang pernah menjadi tujuh keajaiban dunia memiliki nilai seni yang tak terhingga. Bebatuan disusun membentuk sebuah bangunan yang megah nan besar.

Namun candi yang terdiri dari berbagai stupa dan patung Buddha ini tidak berhasil dieksplor secara jauh. Langit yang mendung dan sejuk itu, tiba-tiba berubah menjadi hujan yang sangat deras. Peserta yang masih berada di puncak candi, panik dan berusaha turun secepatnya mencari teduhan. Kemudian melalui beberapa pengawas, sekolah mengimbau peserta tetap tenang dan turun secara perlahan agar tidak terjadi hal-hal di luar kendali.

Hujan yang mengguyur semakin deras, mengakibatkan peserta berbondong-bondong masuk kembali ke dalam bus. Sayang, jalan turun dan keluar candi yang panjang serta berputar-putar, tak dapat menghindarkan peserta dari kebasahan air hujan. Akhirnya, rencana semula yang dijadwalkan berakhir pukul 16.00 WIB, dimajukan ke 15.00 WIB.

Pakaian sebagian besar basah diinstruksikan panitia agar peserta diganti. Karena dimaksudkan agar tidak mengganggu jadwal selanjutnya, perjalanan tetap dilanjutkan ke tempat wisata rohani Sendangsono. Pukul 18.00 WIB, menggunakan bus yang kemudian pindah ke minibus, peserta naik ke bukit yang menjadi wisata khas umat Katolik.

Di sana, peserta dapat berdoa, mengunjungi goa Maria, bahkan mengambil air suci. Tak lupa melakukan bersih-bersih dan mandi. Di bukit yang asri dan hijau, peserta dapat melihat persiapan misa memperingati 108 tahun Sendangsono.

Setelah itu, peserta makan malam di kedai-kedai kawasan perbukitan, hingga kemudian pulang untuk beristirahat di hotel. (StM)

Tags: , ,