Back to Home Page

Memperingati Hari Guru, Yayasan Prayoga Memberikan Penghargaan

MASIH segar dalam ingatan tentang kata bijak ini, “Ke bukit sama mendaki, ke lurah sama menurun,” Kata bijak ini merupakan sebuah kata inspitatif sekaligus motivasi dalam mencapai tujuan bersama.Artinya jika pekerjaan itu dilaksanakan secara bersama- sama, pasti tidak akan merasa beban. Dalam menacapai tujuan bersama perlu adanya komitmen bersama sehingga pekerjaan tidak dibebankan kepada satu orang saja tetapi juga perlu adanya pembagian tugas masing-masing.  Kata bijak di atas sama juga artinya dengan berat sama dipikul ringan sama dijinjing.

Itulah harapan Yayasan Prayoga Riau Keukupan Padang dalam mengembangkan pendidikan Katolik di bawah naungan Yayasan Prayoga. Begitu kata pengantar yang disampaikan oleh ketua Yayasan Prayoga Riau, Rm. Anton Konseng, Pr M. Sc dalam rangka memperingati hari guru.

IMG_0113

Yayasan Prayoga juga memberikan penghargaan bagi pendidik yang sudah lama mengabdi di Yayasan Prayoga. Penghargaan ini selain diberikan untuk pendidik, juga kepada tenaga kependidikan yang sudah lama mengabdi di Yayasan Prayoga. Penghargaan ini diberikan oleh Ketua Yayasan Prayoga Rm. Anton Konseng, Pr M. Sc pada peringatan hari guru yang diselenggarakan Sabtu, 22 November kemarin.

Dalam rapat tatap muka dengan seluruh dewan pendidik di SMP Santa Maria Pekanbaru, Rm Anton menyampaikan rasa penghargaannnya atas jasa para pendidik dan tenaga kependidikan yang sudah lama mengabdi di Yayasan Prayoga. Menurut romo bahwa orang yang menerima penghargaan adalah orang yang sudah mengabdi di Yayasan Prayoga antara 10 tahun, 15 tahun, dan 25 tahun. Mereka mendapat penghargaan bukan soal lamanya ia mengabdi tetapi orang yang diberi penghargaan adalah orang yang dari segi mental, watak, profesional, serta displinnya juga dipandang layak untuk mendapatkan penghargaan ini. Sehingga kalau diberikan karena hanya lama mengabdi tanpa meperhatikan aspek-aspek prefesional, itu kurang vare namanya.

Dalam tatap muka itu, romo turut menyampaikan beberapa hal mengenai persiapan para pendidik menyongsong kurikulum yang baru. Pada tahun 2013 akan ada perubahan krurikulum. Guru sebagai pendidik, harus terus meningkatkan profesionalitasnya dengan terus mengasah diri dan kemampuan agar tetap menjadi guru yang berkualitas.

Selain itu, beliau menjelaskan bahwa dalam kurikulum yang baru, banyak pelajaran yang harus dihapuskan seperti dalam pendidikan sekolah dasar (SD) yang dari 22 mata pelajaran menjadi menjadi 7 mata pelajaran. Penekanan sebagian besar adalah pada pembinaan mental dan pendidikan spiritual terutama mata pelajaran Pancasila dan agama. Kemudian untuk sekolah menengah pertama (SMP) lebih banyak penekanan pada soal keterampilan dan dalam penyajian mata pelajaran yang menggunakan IT. Sebagai contoh, seluruh pembelajaran akan menggunakan media pembelajaran PowerPoint. Dan terakhir untuk sekolah menegah atas (SMA), penekanan lebih ke arah bagaimana anak dilatih untuk menciptakan ilmu itu sendiri, sehingga ujian tidak  perlu lagi pengawas karena setiap orang memiliki bahan ujian dengan pertanyaan yang berbeda-beda.

Berdasarkan itu pula, romo mengharapkan kepada semua pendidik agar mengubah paradigma lama serta berorientasi pada penekanan pendidikan keterampilan. Mengapa demikian? Karena itu pendidik atau guru itu juga harus belajar dan terus belajar. Romo menegaskan bahwa institusi kita ini harus dijadikan sebagai institusi akademik. Maka dalam komunikasi para pendidik juga mesti menunjukkan komunikasi yang bersifat akademik. Sebagaimana hal utama yang harus dikembangkan adalah profesionalitas seorang guru. “Karena kita pekerja profesi bukan serikat buruh,” tegas beliau.

Dalam undang-undang pendidikan tentang tujuan pendidikan nasional yakni usaha yang sadar dan terencana, maka dalam mengajar pendidik perlu mempersiapkan pembelajaran dengan baik. Salah satunya pendidik mesti mempersiapkan diri sebelum memberikan materi pelajaran kepada peserta didik. Oleh sebab itu pula, setiap pendidik wajib membuat rancangan persiapan pembelajaran (RPP) sehingga ketika masuk kelas, pendidik sudah ada persiapan.

Juga dalam kegiatan pembelajaran, pendidik dituntut harus mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif, di mana adanya interaksi antara pendidik dan peserta didik serta dapat berjalan dengan baik. Pendidik pun mesti percaya kepada peserta didik bahwa peserta didik memiliki pengetahuan. Pendidik juga diharapkan dapat meningkatkan nilai keagamaan dalam pendampingan dan pembinaan peserta didik. Setelah itu pendidikan dari aspek pedagogis (bersifat mendidik, Red.) bagi seorang pendidik, harus mampu mengubah orang lain dengan sikap dan teladan hidup. Sehingga kegiatan pembelajaran harus berdasarkan teori dan praktek hidup, bukan hanya rutinitas belaka dengan berdasarkan pada kode etik (SOP). Pendidik harus mampu membentuk peserta didik menjadi manusia yang Pancasila-is, memiliki kejujuran profesional, menciptakan situasi serta kedisplinan sekolah sebaik-baiknya, juga membangun hubungan yang baik sesama profesi pendidik dengan saling mendukung dan memotivasi dalam tugas mendidik serta selalu menciptakan rasa persaudaraan antara yang satu dengan yang lain.

Di samping itu semua, hal yang sangat ditekankan oleh Romo Anton dalam penyampaiannya sebagai ketua yayasan adalah perlu adanya kerja yang bersifat team work (kerja berdasarkan tim), dengan artian setiap pendidik harus saling mendukung, saling memotivasi dan saling bekerjasama. “Kita mesti bekerja untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu setiap guru harus mengetahui visi dan misi sekolahnya sehingga ia bekerja sesuai dengan visi dan misi sekolah tersebut. Maka hal-hal yang juga perlu diperhatikan dalam team work adalah saling percaya, kesatuan, saling menghormati, berpikir positif (positive thinking), lingkungan yang baik, komunikasi, pujian (reward), serta adanya saran dan diskusi.” Di akhir tatap muka ini, tak lupa Rm. Anton Konseng Pr M. Sc sebagai ketua Yayasan Prayoga Riau, turut menyampaikan ucapan selamat dan profisiat atas hari guru kepada seluruh pendidik dan tenaga kependidikan. “Semoga tetap semangat dalam memberikan pelajaran bagi murid dengan ramah dan senyum,” katanya. ***

Vinsensius Patnostaf pendidik SMP Santa Maria Pekanbaru

(edited)

Tags: , , , , , ,