Back to Home Page

Serba Dua di Pajak Cup 2012!

DALAM kompetisi Pajak Cup yang diselenggarakan pada 5 – 10 November 2012 yang lalu, SMA Santa Maria Pekanbaru menjadi satu-satunya sekolah yang berhasil mengirim semua timnya, baik tim bakset putra, tim basket putri, serta tim dancers kebanggaannya menuju babak final.Babak final kompetisi tahunan ini sukses diselenggarakan pada hari Sabtu (10/11), dengan tempat di Gelanggang Olahraga Tribuana, Pekanbaru. Tim basket putri yang bertanding dalam perebutan gelar juara itu adalah SMA Santa Maria Pekanbaru berhadapan dengan SMAN 9 Pekanbaru, sementara tim basket putranya yaitu SMA Santa Maria Pekanbaru menghadapi SMAK Kalam Kudus Pekanbaru.

Pukul 17.00 WIB, para suporter sudah memadati bangku penonton di GOR yang kebetulan berlokasi sangat dekat dengan sekolah Santa Maria. Dengan memakai baju serba merah, para suporter tampak siap dengan segala atributnya mendukung tim kebanggaan yang bertitel Saints. Sempat tertunda dari jadwal seharusnya, tim putri pun bertanding terlebih dahulu. Pertandingan yang begitu sengit di mana itu adalah kali pertamanya tim Santa Maria berhadapan dengan SMAN 9 dalam babak final.

Akan tetapi, dengan 12 pemain yang dikirim serta harapan untuk menang yang sangat besar dari para pemain dan suporter, tim Santa Maria harus menyerah dan mengakui ketangguhan lawannya. Tim SMAN 9 atau “Niners” memiliki skor yang lebih unggul setelah 4 kuarter berjalan.

Tim basket putri di Pajak Cup 2012 di GOR Tribuana - SMA Santa Maria Pekanbaru

“Kita hanya kurang beruntung kali ini,” ujar Carolina, kapten tim basket putri. “Semua pemain sudah berusaha semaksimal mungkin dalam pertandingan ini,” lanjutnya. Ya, memang pada saat itu, Carol, begitu ia akrab disapa mengalami cedera lutut dan sempat tersungkur di lapangan setelah ditabrak salah satu pemain lawan. Tapi apa pun kejadiannya, Carol sudah melaksanakan tugasnya hingga kuarter berakhir dan menduduki posisirunner-up bersama timnya.

Sedikit berbalik ke backstage, dalam lomba Pajak Cup tahun ini, persiapan yang dilakukan tim basket Saints memang berjalan seperti biasa. Dalam mendukung stamina, pemain tim basket putri mengonsumsi pisang dan air putih yang banyak. Tentunya selama bermain, hanya satu yang mereka anut yaitu tetap semangat. Sehingga walau skor sudah tertinggal jauh, semangat tidak boleh hilang sebelum pulang.

Dalam pertandingan ini, banyak pelajaran yang mereka ambil. Membaca permainan lawan, dan banyak menonton pertandingan basket sebagai pembelajaran. Mereka juga mengoreksi kekurangan apa yang terdapat dalam tim seperti harus mengetahui karakter dari masing-masing rekan tim dan menjalin komunikasi yang lancar saat bertanding.

Setelah pertandingan tim basket putri berakhir, kini saatnya giliran tim basket putra. Sama halnya dengan tim putri, persiapan yang dilakukan tim putra normal adanya. Ritual khusus mereka hanya berdoa dan saling menyemangati satu sama lain. Jika tim putri mengonsumsi pisang, tim putra mengonsumsi ginseng dan vitamin untuk menjaga stamina mereka. Untuk mengatasi kekurangan lainnya, sudah disediakan etil untuk penghilang rasa sakit dan juga oksigen.

Dalam lomba kali ini, saat itu tim putra tetap optimis menang. “Kami tidak pernah pasang target, yang ada hanya do the best, kesadaran sendiri untuk lakukan yang terbaik,” ujar Andre Yulius, sang kapten tim basket putra. Tetap semangat dan berjuang sampai habis. Itulah prinsip yang melekat pada masing-masing pemain.

Carolina Soh dan Andre, kapten tim basket putri dan putra di Pajak Cup 2012 di GOR Tribuana - SMA Santa Maria Pekanbaru

Di sisi lain, sebagai kapten tim, Andre juga bertugas menjaga emosi adik-adik kelasnya. Sesama rekan tim juga saling mendukung. Pertandingan ini awalnya sempat dipimpin oleh tim basket putra Santa Maria namun terkejar oleh tim lawan.

Pertandingan empat kuarter itu berlangsung sangat sengit. Saling kejar-mengejar skor. Tim basket putra akhirnya terpaksa menyerah dengan skor 24-32. Kecewa dan sedih sudah pasti, mereka juga menyesal melihat skor yang tipis.

Namun mereka tidak berkecil hati meski meraih juara 2. “Ini tetap membanggakan, karena ini tetap prestasi, prestasi non-akademik,” ujar Januar Tan, salah seorang pemain basket andalan. Selain itu untuk pemain yang masih berstatus kelas 10 dan 11, pertandingan ini terus dijadikan bekal untuk mempersiapkan lomba-lomba berikutnya. Karena setiap usai pertandingan, tim basket putra dan putri asuhan pelatih Bapak Mario Lurther dan Bapak Zakirman Tanjung ini selalu melakukan evaluasi.

Tim putra di Pajak Cup 2012 di GOR Tribuana - SMA Santa Maria Pekanbaru

Faktor yang paling nyata di luar dari anggapan “mencari-cari alasan” adalah kelelahan pemain. Hal ini diakui oleh seluruh pemain karena SMA Santa Maria Pekanbaru sendiri baru saja selesai menyelenggarakan SMAYAVA 2012 yang berlangsung selama sebulan dan ujian try-out UN seminggu sebelumnya. “Tapi kami bersyukur di tengah kesibukan dan padatnya jadwalnya kegiatan sekolah, sekolah terus memberikan dukungan kepada kami. Untuk itu pada kesempatan ini juga, saya mewakili teman-teman ingin menyampaikan terima kasih banyak untuk sekolah dan kami bangga berada di SMA Santa Maria Pekanbaru. Saints selalu di dada kami,” ungkap Andre. Kekompakan tim basket SMA Santa Maria Pekanbaru terlihat ketika tim secara kebetulan meraih posisi juara 2. Di sisi lain, tim modern dance yang berkompetisi di babak final melawan 4 finalis dari sekolah lain, juga berhasil juara dua. Dua menjadi angkanya Saints tahun ini.Well, keep on fire, Saints! We’ll be the winner next time! (fn)

Tags: , , , , ,