Back to Home Page

Olimpiade Ekonomi II se-Riau 2012: Mading Juga Juara Dua

PADA tanggal 4 – 7 November 2012 yang lalu, SMA Santa Maria Pekanbaru mengirim perwakilannya untuk mengikuti Olimpiade Ekonomi II se-Riau yang bertempat di FKIP Ekonomi Universitas Riau. Untuk tim mading, yang dikirim sekolah adalah 4 orang peserta didik kelas 11: Fransiska Pusa, Diana Pratika, Olivia Sukma, dan Angel Chen.

Dalam lomba tersebut SMA Santa Maria Pekanbaru berhasil meraih juara 2 dan mampu menyisihkan puluhan sekolah yang ada di Provinsi Riau. Awalnya kaget dan tidak percaya, karena sebelumnya tidak optimis melihat tim sekolah lain yang mempunyai bahan dan hasil yang bagus”, ujar Diana.

Lomba Mading di Olimpiade Ekonomi II, FKIP UR - SMA Santa Maria Pekanbaru

Bagi mereka, mengikuti lomba pembuatan majalah dinding ini bukanlah yang pertama kali, namun untuk tema dan suasana lomba yang berbeda semuanya baru dijumpai saat itu. Beruntung, mereka sudah lihai dalam menyusun komposisi pembuatan mading. Mulai dari membuat sketsa, mencari artikel, dan mencari bahan. Mereka berusaha untuk membeli barang seminimal mungkin, menghindari penggunaan styrofoam dan mengutamakan barang-barang bekas. “ Penggunaan barang bekas itu yang utama, bahkan bahan yang mungkin berguna yang ketemu di jalan kami ambil”, ucap Olivia.

Dan benar, penggunaan barang bekas tersebut merupakan faktor utama dalam kemenangan mereka kali ini. Mereka berujar bahwa salah satu juri kagum dengan hasil mading mereka karena hampir semuanya menggunakan barang bekas. Diana dan teman-teman berbagi tips jika ingin membuat mading, yang paling penting adalah konten atau isi dari mading tersebut. Hiasan yang mewah tidak mendukung jika isi dari mading tersebut tidak berbobot. Mading yang baik adalah mading yang isinya sesuai tema, berbobot dan didukung dengan hiasan sedemikian rupa.

Lomba Mading di Olimpiade Ekonomi II, FKIP UR - SMA Santa Maria Pekanbaru

Kesulitan tentu saja tak jarang ditemui empat sekawan ini. Setelah menggabungkan dan menuangkan ide-ide mereka, selalu ada saja hal-hal yang membuat mereka beradu pendapat. Bahkan, saat lomba biasanya mereka pasti ribut dahulu dan itu dapat mengganggu penyelesaian mading. Tapi hal tersebut bukanlah hal yang besar karena masing-masing sudah mengenal dan memahami karakter temannya. Dari beradu pendapat tadi, mereka mengaku ternyata kerja menjadi lebih cepat karena semuanya saling membantu.

Kemenangan ini tentu saja memberi mereka sebuah pengalaman dan pembelajaran. Mereka merasa dituntut untuk lebih baik lagi dari sebeumnya. Mereka juga mendapatkan inspirasi dari tim lain. Mereka mengakui bahwa dengan melihat karya tim lain ternyata membuka lagi ide-ide baru untuk membuat mading yang lebih berisi dari sebelumnya. Inspirasi tersebut akan mereka wujudkan jika mendapat kesempatan untuk lomba mading berikutnya. Baiklah, kita doakan semoga sukses kedepannya! (Martina Gracia)

Tags: , , , ,