Back to Home Page

Perayaan Dies Natalis 2012: Maria Pelindung Kita

KATA dies natalis kerap didengar asing bagi sebagian besar orang. Dan di perayaan dies natalis tahun ini, SMA Santa Maria Pekanbaru dan sekolah-sekolah Yayasan Prayoga Riau Koordinatorat Pekanbaru menampilkan sesuatu yang tergolong istimewa.

IMG_5082-s

Dies natalis adalah berarti hari ulang tahun. Biasanya istilah ini dipakai untuk memperingati hari berdirinya suatu lembaga pendidikan tinggi. Termasuk dies natalis sekolah seperti Sekolah Santa Maria Pekanbaru.

Sekolah Santa Maria Pekanbaru yang tergabung dalam Koordinatorat Pekanbaru ini sendiri terdiri dari 5 institusi antara lain: PAUD & TK Santa Maria di Jalan H. Guru Sulaiman, SD Santa Maria I di Jalan Jend. A. Yani, SD Santa Maria II di Jalan Soekarno-Hatta, SMP Santa Maria di Jalan Letjend. S. Parman, serta juga SMA Santa Maria Pekanbaru di Jalan Ronggowarsito.

 

IMG_5063-s

Kembali ke malam Jumat (12/10) kemarin, di lapangan utama SMA Santa Maria Pekanbaru Jalan Ronggowarsito – Gobah, puncak perayaan dies natalis digelar secara meriah dan spektakuler. Dengan konsep pentas sendratari alias seni, drama, dan tari, acara tahunan ini melibatkan puluhan pengisi acara dari berbagai kalangan civitas akademika Sekolah Santa Maria Pekanbaru. Dan tema yang diusung kali ini adalah “Maria Pelindung Kita”.

IMG_5293-s

Pada awal acara, Rm. Anton Konseng, Pr. M. Sc di dalam sambutannya sebagai ketua Pengurus Yayasan Prayoga Riau dan juga orang yang menjadi konseptor dari semua kegiatan dies natalis termasuk sendaratari ini, menyampaikan alasan mengapa sendratari dibuat dengan tema “Maria Pelindung Kita”. Karena seperti yang telah diketahui, sekolah-sekolah Yayasan Prayoga Riau di Koordinatorat Pekanbaru adalah Sekolah Santa Maria dan Santa Maria sendiri merupakan orang kudus yang dihormati gereja Katolik, karena Santa Maria adalah Bunda Yesus.

Oleh itu sebagai bentuk penghormatan terhadap Santa Maria yang merupakan pelindung sekolah, maka dalam bulan Oktober ini dirayakanlah ulang tahunnya dengan berbagai macam kegiatan di antaranya adalah pentas sendratari. Lebih dari itu, beliau turut menyampaikan bahwa pada malam tersebut, Santa Maria sebagai pelindung sekolah akan sangat bangga mempunyai anak-anak seperti mereka (pengisi acara, Red.) yang tampil di dalam pentas. Tak lain karena mereka tidak menyia-nyiakan talenta yang diberikan oleh Tuhan kepada mereka, termasuk menari, menyanyi, bermain musik. Tak ketinggalan di dalam kesempatan tersebut, Rm. Anton mengajak semua orang untuk bersama-sama walaupun dalam perbedaan agama, suku, dan budaya, bergandeng tangan bersatu dalam suatu ikatan kasih, mengangkat anak-anak mereka bersama talentanya setinggi apa yang mereka dan juga anak-anaknya inginkan.

IMG_5092-s

Selanjutnya, pada pentas yang dimulai pada pukul 19.00 WIB ini, dibuka dengan tarian dari suku Indian yang menggambarkan penghormatan kepada seorang perempuan yang berkisah sebagai Bunda Maria. Dengan pembawaan yang baik, tarian ini pun berhasil menjadi pusat perhatian oleh kurang lebih 800 orang undangan yang hadir pada malam tersebut. Para undangan itu di antaranya adalah orang tua/ wali peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, peserta didik yang tergabung dalam OSIS SMP dan SMA Santa Maria Pekanbaru, hingga tamu istimewa Pengurus Yayasan Prayoga Riau, Yayasan Salus Infirmorum, Yayasan John Paul, serta Dewan Paroki Santa Maria a Fatima dan Paroki Santo Paulus Labuh Baru.

IMG_5271-s

Kemudian selanjutnya dalam sambutan yang diberikan Kepala SMA Santa Maria Pekanbaru, Ferdinandus Nipa, S. Pd., beliau menyatakan bahwa acara ini adalah sebuah bentuk nyata dari komitmen sekolah sebagaimana yang sudah sering diterapkan pada berbagai event yang diselenggarakan. Dengan tidak hanya memperhatikan kemampuan akademik atau intelektualitas peserta didik, tapi sekolah juga sangat memperhatikan hal-hal di luar akademik. Di mana pendidikan seperti ini bersifat holistik dan sangat berkontribusi dalam membentuk peserta didik Santa Maria secara keseluruhan. Antaranya seperti pada moralitas, sosialitas, emosionalitas, dan spiritualitas. Sehingga pada akhirnya, pendidikan yang diberikan di Santa Maria adalah pendidikan yang memperhatikan semua potensi atau talenta peserta didik, untuk kemudian terus dikembangkan dan dipersiapkan dalam menyongsong masa depan yang semakin kompleks.

Disambung dengan kata sambutan dari Martina sebagai salah satu peserta didik yang turut mengambil bagian dalam kegiatan dies natalis, gadis berusia 17 tahun ini tak lupa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada sekolah, yang dengan penuh tanggung jawab memberikan tempat, waktu, dan keadaan bagi para peserta didiknya untuk menunjukkan kemampuan. Selanjutnya, pemilik nama lengkap Martina Gracia ini menjelaskan bahwa ada banyak hal yang mereka punyai sebagai peserta didik dalam diri mereka, termasuk talenta-talenta yang luar biasa. Namun karena keadaan dan tempat yang hampir tidak tersedia, membuat mereka tidak mampu menampilkan talenta-talenta tersebut. Kecuali pada malam itu yang berbeda, di mana di atas panggung kecil dan dalam kerlipan lampu yang sederhana, mereka sebagai peserta didik SMA Santa Maria Pekanbaru dapat menunjukkan bahwa mereka luar biasa, dan mereka juga dapat menunjukkan kepada orangtuanya bahwa mereka adalah anak-anak yang bisa membuatnya bangga.

IMG_5242-s

Ya, malam itu memang terasa luar biasa. Penampilan dari penari-penari yang gagah dan anggun, membuat kisah yang diceritakan dalam drama sangatlah bermakna dan kolosal. Lagu-lagu dinyanyikan secara harmonis, dan didukung dengan konsep koreografi yang sederhana namun unik. Salah satu yang berkesan adalah ketika pertengahan kisah, ada seorang penari yang turun dari atas ketinggian menuju ke lokasi panggung. Digantung dan diikat dengan tali, momen ini membuat jantung penonton ikut berdebar kencang.

Hingga puncak acara, ada juga berbagai lagu yang dibawakan seperti: Amazing Grace, Ave Regina, Srenge Nyumar, Salam Santa Maria, Crazier, If We Hold On, dan juga We Are The World. Dengan aransemen guru kesenian, Novi Eka Saputra, S. Sn. beserta iringan Genta Honggoi Youth Orchestra (GHYO), semuanya benar-bener terlihat istimewa kala itu.

IMG_5089-s

Saat penghujung acara telah tiba, meletuslah kembang api dari berbagai arah mewarnai gelapnya langit malam. Bunga-bunga cahaya meletus menjadi tanda gemerlap perayaan. Dan sayup-sayaup terdengar bisikan-bisikan dari beberapa orangtua yang datang menghampiri beberapa guru pendidik, yang menyampaikan rasa kagum, rasa bangga, dan rasa simpati mereka terhadap kegiatan yang dibuat oleh sekolah. Sekolah memampukan anak-anak mereka untuk tidak sekadar menjadi penonton di kala ada konser-konser seni akbar, tidak hanya menjadi penikmat musik, tarian, atau drama di televisi, tapi mereka juga mampu menjadi pelaku dari semua itu. Hal tersebut tentu membuat mereka menjadi orangtua yang bahagia, orangtua yang sadar bahwa mereka memiliki anak-anak yang luar biasa. Mereka juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak sekolah. Mereka mengaku bahagia karena tidak salah memilih tempat  bagi anak-anaknya untuk mempersiapkan masa depan.

IMG_5225-s

Sedikit ke latar belakang rangkaian acara, sebenarnya acara dies natalis sudah mulai dilakukan sejak bulan Mei 2012 yang lalu. Diawali dengan misa di setiap unit-unit sekolah secara bergiliran tiap bulannya, acara terus berlanjut hingga puncak yang diisi dengan tiga kegiatan utama. Kegiatan tersebut adalah pertandingan bola voli antar-pendidik dan tenaga kependidikan Sekolah Santa Maria Pekanbaru yang dilaksanakan pada tanggal 23 dan 30 September 2012 di lapangan SMP Santa Maria, pentas sendratari pada tanggal 12 Oktober 2012  di lapangan utama SMA Santa Maria, hingga terakhir misa puncak dies natalis tanggal 15 Oktober 2012 di aula PAUD & TK Santa Maria. (fn/ StM)

IMG_5114-s

IMG_5176-s

IMG_5256-s

Di dalam artikel ini, secara khusus kepala sekolah menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

  • Pengurus Yayasan Prayoga Riau yang terus memberikan dukungan ke sekolah
  • Kepala sekolah se-Koordinatorat Pekanbaru
  • Orang tua/ wali peserta didik
  • Pendidik dan tenaga kependidikan, khususnya kepada Bapak Novi Eka, Bapak Richardo, Bapak Hendrik, Bapak Oktora, Bapak Florinto, Bapak Simanjuntak, dan Ibu Anastasya yang secara khusus memberikan waktu, tenaga dan pikiran secara langsung melatih dan membimbing anak-anak peserta didik pengisi acara
  • Teristimewa buat anak-anak peserta didik pengisi acara: Ekaristi, Krisna, Ovander, David Koko, Nico, Putu, Marcelina, Maria Stella, Cindy, Elvina, Cristoper, Bima, Lorensius, Lusi, Stella Leona dkk, Yoan Cau dkk, Yoga dkk, anak-anak  yang tergabung dalam Orchestra dan Angklung SMA Santa Maria Pekanbaru beserta semua anak yang terlibat yang tidak bisa disebut satu per satu.

Tags: , , , , , , , , , ,