Back to Home Page

Semangat, Histeria, dan Lelah di Balik Perayaan HUT Kemerdekaan Indonesia

LEBIH dari sekadar perayaan. Inilah sedikit liputan tentang persiapan hingga pelaksanaan “Perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia”, yang dilaksanakan pada 16 – 17 Agustus kemarin di SMA Santa Maria Pekanbaru.Persiapan, itulah sebuah cerita di balik acara yang mungkin jarang sekali dipublikasikan. Termasuk persiapan acara 17-an ini yang telah dilakukan jauh-jauh hari sebelum acara dimulai. Terlihat ketika para pengurus OSIS yang pada beberapa waktu terakhir ini terlihat sibuk mondar-mandir di sekolah pada saat teman-teman yang lainnya sudah pulang sekolah. Ya, inilah saat-saat semua acara dan perlombaan itu dirancang, dibahas, dan diperdebatkan.

Melewati proses diskusi yang panjang antara koordinator acara, OSIS, dan Pastoral Sekolah, tibalah semua rencana itu harus difinalisasi. Pas di sanalah persiapan mulai dilakukan dan perlengkapan-perlengkapan mulai disediakan. Yang paling sibuk adalah para koordinator acara, yang harus bertanggungjawab atas acara atau pun perlombaan yang dipegangnya.

Pra-17-an

Seminggu sebelum 17 Agustus, berbagai persiapan mulai berjalan. Konsep dan konsep yang dibahas sebelumnya mulai diwujudkan dengan mematangkan segala sarana pendukung maupun teknisnya. Termasuk juga dengan dimulainya lomba menghias kelas dengan tema merah-putih.

Lomba menghias kelas pra-17-an

Tanggal 14 – 15 Agustus adalah puncak dari kesibukan-kesibukan pra-17-an itu. Selain PASUS (Pasukan Khusus) yang telah latihan bersama Paskibra (Pasukan Kibar Bendera) selama beberapa minggu terakhir, tampak juga koordinator sibuk mengangkat perabotan, kardus, hingga sound system yang akan dipergunakan di pos masing-masing pas acara keesokan harinya.

Dari pengamatan, yang paling sibuk dan ramai dari persiapannya tak lain adalah venue untuk ghost house. Sebuah acara hiburan yang telah beberapa kali diadakan di SMA Santa Maria tahun-tahun sebelumnya, yang bertujuan menguji keberanian peserta untuk masuk ke sebuah ruangan yang dimodifikasi menjadi angker. Yang pada tahun ini, mengalami perubahan lokasi yang sekaligus diklaim sebagai ghost house terbesar yang pernah diadakan. Memang, ruangan luas ditambah dengan para pendukung acara hingga puluhan orang.

Hari Pertama, 16 Agustus 2011

Ramainya penonton fashion show 17-an SMA Santa Maria

Seperti biasa, semua peserta didik SMA Santa Maria memasuki gerbang sekolah pada pukul 06.50 WIB, yang kemudian dilanjutkan dengan apel pagi yang sudah menjadi ciri khas sekolah. Namun bedanya di H-1 peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ini, semua memakai kaos merah atau pun putih dengan celana training. Tak lain tujuannya adalah sebagai bentuk partisipasi dalam lomba-lomba dan acara perayaan 17-an ini.

Aksi salah satu pasang peserta fashion show dari masing-masing kelas.

Setelah apel pagi, acara hiburan pertama yang digelar adalah fashion show 17-an oleh putra-putri perwakilan dari masing-masing kelas. Memanfaatkan barang bekas sesuai tema, 23 pasang peserta tersebut menampilkan kreativitas dalam mendesain busana “bekas” tersebut seindah mungkin. Pastinya harus berjalan bagai seorang model di catwalk untuk menarik perhatian dewan juri.

Kreativitas busana dan kesesuaian dengan konsep di samping model itu sendiri

Melanjutkan fashion show, sempat dilakukan briefing untuk acara-acara berikutnya serta sedikit penjelasan mengenai upacara keesokan harinya. Tak lama setelah itu, seluruh penonton membubarkan diri menuju ke tempat perlombaan, baik karena diwajibkan sebagai perwakilan kelas hingga perlombaan yang bersifat opsional. Tak kalah juga para koordinator acara hiburan lainnya yang telah bersiap-siap di tempat tersendiri, seperti snack ‘n cafe, mini cinema, lempar kaleng, sekolah sulap, dan lainnya.

Serunya pukul guling

Tarik tambang yang butuh kekompakan di samping tenaga

Semua acara dan perlombaan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dengan penyebaran ke berbagai lokasi. Ada yang di lapangan utama, ada yang di lapangan basket, lapangan voli, ruang audio-visual, kelas, bahkan hingga ke salah satu area parkir. Dan di sanalah dijalankan aneka macam acara serta lomba, seperti: pukul guling, balap karung, makan kerupuk, joget balon, tarik tambang, memasak masakan Indonesia, hingga yang paling heboh yakni ghost house. Ada juga kompetisi game “Warcraft” yang dilaksanakan di labor komputer, serta sebuah lomba yang paling bebas yaitu kontes fotografi Merah Putih.

Di luar acara dan perlombaan, ada juga tempat jajanan yang menjadi salah satu favorit di siang hari yang bersuhu tinggi itu. Ada pojok minuman yang menyediakan aneka es dan sirup, serta gerobak sate yang menyajikan sate padang yang khas. Di pojokan lain, ada cafe ‘n snack yang siap menjual aneka jus serta makanan ringan.

Lomba memasak masakan Indonesia

Gaya memasak yang terinspirasi dari televisi

Detik demi detik dan babak demi babak terus bergerak maju. Satu per satu perlombaan dan acara juga telah menghasilkan pemenang-pemenangnya. Ada yang puas, ada juga yang masih belum menerima. Tapi inilah realitas yang harus dihadapi dengan lapang dada. Di sisi lain dengan ditemukannya pemenang-pemenang, menandakan hari yang sudah menginjak siang dan perayaan yang harus segera diakhiri.

Suasana perlombaan

Mendekati pukul 13.00 WIB, bisa dikatakan hampir semua jenis acara telah selesai dan mulai dibereskan. Karena memang sudah jadwalnya untuk pulang. Namun, pemberesan ini tidak terlihat di lantai 3. Mengapa? Lantai 3 merupakan lokasi ghost house yang notabene mendapat antusiasme yang sangat tinggi. Hasilnya di menit-menit terakhir, antrian masih panjang dan suasana semakin padat.

Terakhir di saat-saat jam sekolah SMA telah berakhir, ghost house ini masih terus berjalan. Sempat ditutup istirahat selama 30 menit, permainan seru-seruan ini dilanjutkan untuk menyelesaikan antrian dan juga melayani kehebohan peserta yang berasal dari SMP, yang telah menunggu sejak pagi hari. Setelah semua selesai, ghost house ini ditutup pada pukul 15.00 WIB yang juga menutup rangkaian Perayaan Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia hari pertama dengan sukses, meriah, dan berkesan.

Hari Kedua, 17 Agustus 2011

Hari yang sakral bagi bangsa Indonesia. Itulah 17 Agustus, hari peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan negara Republik Indonesia.

PASUS yang memasuki lapangan upacara

Seperti biasanya di hampir setiap instansi pemerintahan maupun sekolah, akan selalu diadakan upacara bendera dalam memperingati hari bersejarah ini. Dan sebagai hari kedua dan puncak dari Perayaan Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia, upacara bendera juga diadakan di lapangan utama SMA Santa Maria Pekanbaru.

Suasana khidmat upacara bendera

Upacara bendera berlangsung sekitar pukul 07.30 WIB hingga selesai dengan dukungan dari puluhan anggora PASUS (pasukan khusus) dan juga Paskibra (pasukan kibar bendera). Diikuti dengan khidmat oleh ratusan peserta didik SMA Santa Maria Pekanbaru, upacara ini dihadiri oleh Ketua Yayasan Prayoga Riau, Bapak Frans Sembiring sebagai pembina upacara.

Pengibaran bendera merah putih

Upacara yang berlangsung secara relatif singkat ini, secara umum memperingati perjuangan pahlawan-pahlawan kemerdekaan bangsa yang telah memerdekakan negara ini hingga seperti sekarang. Dan di dalam amanat yang disampaikan pembina upacara, dijelaskan tentang bagaimana generasi muda bangsa dalam mengisi kemerdekaan di masa sekarang.

Pembina upacara, Bapak Frans Sembiring (Ketua YPR)

Kemudian setelah pembacaan doa, upacara diisi dengan mengheningkan cipta dan prosesi upacara lainnya. Upacara resmi selesai dan dibubarkan sekitar pukul 08.10 WIB. Sebagian besar peserta upacara diperbolehkan pulang dari sekolah, sedangkan sebagian besar ditambah undangan, mengikuti acara ramah-tamah yang diisi berbagai hiburan di aula sekolah.

Acara ramah-tamah yang berlangsung hingga menjelang siang hari ini menutup 2 hari rangkaian Perayaan Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia yang ke-66 di SMA Santa Maria Pekanbaru. Meskipun terasa begitu melelahkan, namun histeria dan semangat nasionalisme tidaklah boleh pudar. Tetap semangat dan majulah Indonesia! (StM)

Tags: , , , ,