Back to Home Page

Siswa SMA Santa Maria Wakili Indonesia di IPO [1]

Soal Fisika Lebih Menantang

PEKANBARU – Salah lagi siswa Riau berhasil menambah daftar prestasi di kancah nasional dan internasional. Kali ini, prestasi tersebut ditorehkan siswa SMA Santa Maria Pekanbaru, Kevin Ardian Fauzie. Setelah menjalani berbagai seleksi, Kevin terpilih menjadi duta Indonesia dalam Internasional Physic Olympiad (IPO) yang akan digelar di Thailand, Juli mendatang.

Bersama dengan Kevin, ada empat lagi siswa yang menjadi peserta dalam olimpiade tersebut. Dua dari SMA SBBS Sragen, satu dari SMA Kristen Penabur Gading Serpong, dan seorang lagi dari SMA Pribadi Depok. Kelima siswa ini dinyatakan terbaik dari 30 siswa yang turut serta dalam seleksi IPO.

Kepada Tribun, Rabu (30/3), Kevin mengaku ini adalah kesempatan keduanya mewakili Indonesia di ajang IPO. Tahun sebelumnya, dia juga berhasil terpilih mewakili Indonesia dan meraih gelar Honorable Mansion. Atas prestasinya itu, Kevin terpilih kembali dalam 30 siswa peserta seleksi.

Menurut dia, sebelum mengikuti IPO, mereka terlebih dahulu menjalani beberapa tahap pelatihan dan seleksi. Tahap pertama berlangsung Oktober sampai Desember 2010.

Selama 6 pekan, Kevin bersama 29 peserta lainnya mendapat pelatihan dari dosen-dosen universitas terkemuka. Seperti dosen Universitas Gajah Mada, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Indonesia.

Dalam seleksi tahap pertama di Depok itu, mereka diajarkan materi-materi terkait listrik magnet. Lalu, materi itu diujikan setiap minggu. “Dari tes mingguan itu dinilai siapa yang berhak lolos sebagai 12 peserta terbaik,” katanya.

Sebanyak 12 siswa ini juga menjalani pelatihan dan seleksi tahap kedua yang dimulai awal Januari sampai pertengahan Maret 2011. Dalam seleksi tahap kedua itu, mereka diajarkan materi tentang optik, thermodinamika, dan gelombang. Setelah menjalani tes, tersaringlah lima peserta terbaik. Mereka juga yang berhak mewakili Indonesia ke IPO.

Ditanya tentang persiapan, siswa yang menyukai sains sejak duduk di bangku sekolah dasar ini mengaku tidak terlalu sibuk menjelang IPO itu. Bahkan, dia belajar di rumah hanya ketika ada niat. “Prinsip saya belajar jangan terlalu dipaksakan. Setiap kali ada niat saja. Karena kalau dipaksakan, hasilnya juga tidak akan bagus,” tutur Kevin.

Selain persiapan dari tim dosen, dia juga belajar dari tim olimpiade yang ada di sekolahnya. Di samping itu, peraih perunggu di Olimpiade Sains Nasional tingkat SD juga belajar pribadi di rumah. Untuk memperkaya wawasannya, Kevin kerap tukaran buku dengan teman-temannya yang ikut lomba. Dia juga memiliki buku fisika dari fisikawan, Yohanes Surya.

Meski masih duduk di bangku SMA, ilmu fisika yang dipelajari Kevin merupakan materi yang biasa diperoleh di perguruan tinggi. “Materinya lebih menantang. Meski agak sulit, saya tetap semangat menyelesaikan soal-soalnya. Kuncinya jangan menyerah. Kalau tidak tahu, bisa bertanya dengan pembimbing,” terangnya.

Walau bukan pengalaman pertama, Kevin mengaku harus membuat persiapan ekstra. Apalagi peserta yang ikut dalam IPO merupakan siswa-siswa terbaik di seluruh dunia. Pada olimpiade kali ini, Kevin menilai lawan terberat mereka adalah siswa dari China, Taiwan, Amerika, Jerman, dan Thailand. Karena negara-negara tersebut kerap meraih emas di ajang IPO.

Siswa kelas XII IPA 2 ini berharap, wakil dari Indonesia bisa memberikan yang terbaik bagi bangsa. Itu yang menjadi penyemangat dalam dirinya. Selain bangga, mereka diberi beban untuk menyelesaikan yang terbaik dalam IPO. “Meski tidak ada disebutkan, kami yakin, harapan bangsa sudah diberikan pada kami. Wajib memberi yang terbaik,” kata penyuka materi optik dalam fisika yang bercita-cita menjadi sarjana Teknik Elektro ini.

Disadur dari Harian Tribun Pekanbaru, 31 Maret 2011, dengan perubahan. (StM)

Tags: , , , , , ,