Back to Home Page

Refleksiku Tentang Penderitaan Dia

JALAN Salib, mungkin terasa baru bagi sebagian siswa-siswi. Dan acara itulah yang diselenggarakan oleh SMA Santa Maria dalam menyambut Paskah, atau disebut masa Pra-Paskah. Kegiatan ini baru pertama kali diselenggarakan oleh SMA Santa Maria. Karena itulah perlu dijelaskan dasar-dasar pemikiran yang melandasi pelaksanaan kegiatan pada 15 April 2011 ini sehingga tidak dimaknai secara kabur dan keliru.

Jalan Salib ini merupakan kegiatan yang didasari oleh tradisi dari iman umat Katolik ketika memasuki masa pra-Paskah. Tradisi yang mewajibkan setiap umat Katolik untuk mempersiapkan diri dalam menyambut hari suci yaitu Paskah, yaitu sebuah peristiwa penebusan Allah dalam diri Yesus Kristus yang hidup, sengsara, wafat, dan bangkit.

Dan menurut tradisi gereja Katolik Roma juga, bulan ini adalah bulan bagi seluruh umat Katolik dalam masa menyambut hari Paskah. Dan untuk itu, banyak hal yang dilakukan seperti puasa, kegiatan sosial, dan hal-hal yang bersifat devosional. Dan SMA Santa Maria membuat suatu Devosi Jalan Salib.

Namun, Devosi Jalan Salib yang dilaksanakan kali ini adalah sebuah devosi yang dikemas dalam drama universal. Artinya drama ini dibuat berdasarkan sebuah refleksi iman tentang karya penebusan Yesus, yang dimaknai secara lebih ke dalam keseharian manusia. Dan bagi siswa-siswi yang beragama Katolik, drama ini bisa dijadikan sebagai refleksi bagaimana Tuhan mencintai manusia. Dan bagi siswa-siswi non-Katolik, drama ini sarat akan pesan moral bagi kita bagaimana kehidupan sosial di sekitar masyarakat. Adanya perebutan kekuasaan, korupsi, dan melakukan hal yang semena-mena.

Drama Jalan Salib yang diselenggarakan dengan selingan lagu-lagu dan tarian ini sendiri, juga menggambarkan apa yang dilakukan selama ini terhadap diri maupun orang lain, apakah itu egois, serakah, haus akan uang maupun kekuasaan, hingga rela melakukan dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan seperti pada drama yang dimainkan.

Sempat mengalami beberapa kendala teknis, namun secara keseluruhan kegiatan berjalan dengan lancar. Diisi dengan lagu-lagu renungan, juga diisi dengan paduan suara dan nyanyian. Bahkan di tengah-tengah acara, tampil tarian Papua yang menghibur.

Dan berikut adalah sisipan jalan cerita drama Jalan Salib:

Drama yang berjudul “Refleksi Tentang Penderitaan Dia” adalah drama yang menceritakan tentang kehidupan berbagai suku dalam sebuah komunitas besar, disebut negara X, yang memiliki konstitusi hanya saja tidak dijalankan dengan benar.

Negara X memiliki seorang presiden yang baik. Tetapi ia tidak mempunyai pendirian dan selalu mencari posisi aman agar tidak dibenci oleh orang banyak. Sedangkan kelompok menteri-menterinya adalah para koruptor yang senang sekali mengambil keuntungan dari rakyat kecil.

Namun di antara menteri tersebut, ada seorang menteri yang bernama Isak yang baik dan selalu bertindak menurut kebenaran. Isak itu sendiri adalah seorang anak dari keluarga biasa-biasa saja di perkampungan sederhana, yang dihuni suku Papeye.

Isak terkenal ramah, almarhum ayahnya hanya seorang sopir angkot, sedangkan ibunya Mariam, adalah seorang wanita sederhana yang memiliki kekuatan dalam kebenaran dan setia.

Karena dedikasi yang tinggi akan kebaikan dan kebenaran tersebut, Isak hendak disingkirkan oleh para menteri yang haus akan kekuasaan, harta, dan kedudukan, yang berselisih paham dengan dia. Dan pada akhirnya, karena kelicikan para koruptor, Isak dapat disingkirkan. Meskipun ia rela demi kebenaran.

Drama ini berjalan dramatis dalam 14 adegan. Dan kemudian disambung dengan sebuah renungan:

Renungan Yesus Wafat

Akhirnya … Ia meninggal,
Setelah sebelumnya Ia harus menjalani siksa … , penghinaan … , dan pengadilan yang tidak adil …
Ia kuat, Ia setia,
Ia … Tetap konsisten dengan tugasNya.
Ia menatap. Jauh … Ke depan,
Jauh kepada sebuah keselamatan abadi …
Antara pedih, sakit, dan nyeri Ia alami,
Namun teratasi oleh sebuah kesetiaan … Akan cinta …
Kesetiaan akan panggilan …
Ketakutan akan datangnya iri … , hinaan … , cacian, dan makian …
Tersisihkan oleh keabadian cinta …
Cinta kasih Tuhan membakar … Semua keserakahan, keegoisan duniawi …
Ia mencintai kita … Lebih dari yang kita tahu,
Ia dekat dengan kita … Lebih dari kedekatan kita dengan hati kita,
Ia memikirkan kita … Di saat kita tidak memikirkan diri kita,
Ia mencintai kita … Ketika kita membuat cinta itu tidak berarti,
Ia menyapa kita … Ketika kita menertawai sebuah sapaan,
Ia berkorban untuk kita … Ketika lupa untuk berkorban sebuah pengorbanan …

Kata terakhir untukMu, Tuhanku …
Terima kasih, kami mencintaiMu

Dan dengan acara ini, semoga kita selalu menghayati kehidupan Yesus dalam kehidupan kita. (StM)


Tags: , ,